JTTC-Sebagai sebuah lembaga yang berkompeten dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Indonesia, Jogja Tourism Training Center (JTTC) berkerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia (LSPP JDI) dalam memberikan Pelatihan Meeting, incentive, Convention and Exhibition (MICE) Venue Management bagi tenaga pengajar Universitas Terbuka Jakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan uji kompetensi baik dari pemahaman maupun keterampilan kepada peserta mengenai MICE. Pelatihan ini juga dijadikan sebagai portofolio peserta dalam uji kompetensi sertifikasi. Terdapat 6 materi pelatihan yang disampaikan oleh praktisi MICE. Materi-materi tersebut diantaranya, memilih tempat dan lokasi kegiatan, menangani perizinan kegiatan dan menangani keramaian, memantau akses pintu masuk ke tempat acara, memperoleh dan mengelola peserta pameran, mengelola prasarana acara, dan merencanakan dan mengalokasikan lahan pameran. Keenam materi tersebut diberikan selama 2 hari, yaitu hari Selasa dan Rabu, 10 dan 11 Mei 2022. Selama proses pelatihan, para peserta tidak hanya dijelaskan materi secara teoritis, namun juga praktik keterampilan. Hal ini ditujukan agar peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai MICE. Sehingga peserta benar-benar berkompeten dalam penguasaan tersebut. Penguasaan materi dan parktik, salah satunya bisa dilihat dalam pelatihan materi memperoleh dan mengelola peserta pameran. Setelah mendapatkan materi tentang hal tersebut, peserta praktik diminta untuk menyusun rencana bisnis sponsor, strategi mendapatkan sponsor, komposisi sponsor media, dan strategi promosi. Kemudian dalam materi akses pintu masuk ke tempat acara. Peserta mendapat pelatihan mengenai cara memantau dan menjaga akses tempat acara. Dalam pelatihan ini diberikan juga cara mengenai memantau keramaian. Tak hanya itu, peserta juga diberi pelatihan untuk membuat layout pintu masuk, seperti gapura dan tempat acara. Untuk informasi pelatihan dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata dapat menghubungi Mira (08121501790)
Pelatihan dan Lomba Video Kreatif bekerjasama dengan Dispopar Kab.Sragen
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) kembali melakukan kerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kab. Sragen untuk menyelenggarakan pelatihan, namun pada kali ini pelatihan dan lomba tersebut mengambil tema di bidang video kreatif. Pelatihan ini merupakan bagian dari pelatihan pariwisata yang dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada pegiat pariwisata di bidang pembuatan video kreatif. Dalam pelatihan ini, narasumber yang merupakan akademisi dan praktisi berasal dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini memberikan materi-materi mengenai cara mendapatkan ide dalam membuat video, pembuatan video pariwisata, design video dimulai dari transisi, animasi, dan lain sebagainya. Kegiatan pelatihan video kreatif ini memiliki peserta yang merupakan perwakilan-perwakilan dari 20 kecamatan yang mengirimkan tim-tim kreatif tiap kecamatan untuk diberikan pembekalan setelah dilakukan seleksi sebelumnya. Pelatihan pariwisata ini dilaksanakan secara offline di hotel Front One Sragen selama satu malam, dengan dihadiri sekitar 35 perwakilan dari 20 kecamatan di Kab.Sragen. Selama pelatihan, peserta diharapkan dapat menyerap ilmu dan praktik yang diberikan akademisi dan praktisi secara optimal. Sebab setelah dilaksanakan pelatihan video kreatif, nantinya akan diadakan lomba video kreatif dengan peserta lomba yang sama. Video kreatif yang akan dilombakan tersebut mengusung tema video promosi daya tarik wisata Gunung Kemukus, Kab. Sragen. Video tersebut nantinya akan disiarkan ke platform-platform media sosial Kab.Sragen sebagai bentuk promosi Dispopar Kab. Sragen bersama dengan masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan perlombaan video kreatif diharapkan nantinya akan menghasilkan SDM masyarakat Kab. Sragen yang lebih berwawasan dalam memanfaatkann media-media yang ada di sekitar baik secara digital maupun fisik untuk sarana promosi daya tarik wisata yang terdapat di Kab. Sragen. Untuk informasi pelatihan dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata dapat menghubungi Mira (081215017910)
Kunjungan Kepala Cabang BPD Jateng Cab. Yogyakarta ke JTTC
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) merupakan lembaga pelatihan berkompeten yang selalu membuka kesempatan kunjungan dan kerjasama dengan pihak-pihak dinas maupun swasta. Pada tanggal 9 Mei 2022, JTTC berkesempatan untuk mendapatkan kunjungan dari Kepala Cabang BPD Jateng, di Yogyakarta. Kunjungan yang dilakukan di gedung baru korporat JTTC tersebut, merupakan kunjungan pertama kali oleh BPD Jateng untuk JTTC. Dalam kunjungan tersebut membahas mengenai prospek kerjasama yang terjalin kedepannya antara JTTC dengan BPD Jateng, baik kerjasama di bidang pelatihan pariwisata, pengembangan SDM maupun kerjasama lainnya yang akan memberikan keuntungan satu sama lain. JTTC sangat membuka lebar adanya prospek kerjasama dengan BPD Jateng tersebut, diharapkan kerjasama dapat terjalin baik di tahun 2022 maupun tahun-tahun berikutnya.
Pelatihan Hygiene dan Sanitasi Rumah Makan
JTTC-Dalam usaha menciptakan environment yang baik dan nyaman, dapat dimulai dengan menciptakan lingkungan yang bersih. Lingkungan tersebut dapat tercapai apabila terdapat kerjasama yang dilakukan antara satu aktor dengan aktor yang lain. Dalam melakukan kerjasama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, diperlukan kesadaran dari masing-masing aktor yang terkait. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran tersebut tidak terjadi begitu saja dari setiap individu. Namun, kesadaran tersebut bisa dipantik dengan dilakukannya pelatihan yang berkaitan dengan higienitas dan sanitasi. Sebagai bentuk dari perhatian yang diberikan Jogja Tourism Training Center (JTTC) dan Dinas Pariwisata Kab. Sragen kepada para pegiat pariwisata di Kab.Sragen agar menciptakan environment yang baik dan nyaman, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan Hygiene dan Sanitasi Rumah Makan di Kab. Sragen. Pelatihan hygiene dan sanitasi rumah makan memberikan gambaran secara terperinci akan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang bersih, fasilitas-fasilitas sanitasi apa saja yang perlu dimiliki oleh suatu rumah makan, ruang lingkup sanitasi rumah makan, pets control (pengendalian hama), dan lain sebagainya. Selama pelatihan hygiene para peserta berusaha untuk memperhatikan secara mendetail akan materi-materi yang telah disampaikan oleh trainer dan praktisi. Materi yang diberikan diberikan secara mendetail namun santai dengan berusaha mengajak diskusi bersama dengan peserta pelatihan pariwisata yang diadakan pada tanggal 28 April 2022. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Pariwisata : Personal Hygiene Bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Sragen
JTTC-Dalam upaya membentuk lingkungan pariwisata yang nyaman dan aman di kawasan Kab. Sragen, Jogja Tourism Training Center (JTTC) bersama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Sragen melaksanakan pelatihan pariwisata Personal Hyiene bagi pegiat pariwisata yang tergabung diantaranya terdapat pebisnis rumah makan, restoran, dan lain sebagainya. Bentuk perhatian tersebut dituangkan dalam sebuah pelatihan dengan memberikan pemahaman materi kepada peserta pelatihan kebersihan personal tiap individu. Dalam sesi pelatihan personal hygiene membahas topik yang berhubungan erat dengan kebersihan individu, yaitu standart grooming. Pelatihan personal hygiene penting untuk dilakukan bagi pegiat pariwisata, sebab individu yang bersih akan membentuk kenyamanan pada konsumen maupun wisatawan untuk berinteraksi secara langsung, dan usaha dalam mempertahankan konsumen lama serta memberikan kesempatan untuk mendapatkan konsumen baru. Pegiat pariwisata merupakan salah satu wajah utama yang akan dilihat wisatawan luar ketika berkunjung ke tempat wisata. Ketika wajah yang dilihat pertama kali oleh wisatawan tersebut memiliki keadaan yang baik, akan memberikan citra yang baik bagi tempat daya tarik wisata itu sendiri. Selama pelatihan hygiene para peserta berusaha untuk memperhatikan secara mendetail akan materi-materi yang telah disampaikan oleh trainer dan praktisi. Materi yang diberikan diberikan secara mendetail namun santai dengan berusaha mengajak diskusi bersama dengan peserta pelatihan pariwisata yang diadakan pada tanggal 28 April 2022. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Melihat Urgensi Pelatihan Service Excellent terhadap Kondisi Pariwisata di Indonesia
JTTC-Pariwisata dengan hotel dan restoran tidak bisa dipisahkan. Karena ketika orang mengunjungi sebuah daya tarik wisata, besar kemungkinan ia akan makan dan mencari tempat tinggal. Terlebih jika orang tersebut mengunjunginya dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, bila terjadi peningkatan jumlah wisatawan maka akan terjadi pula peningkatan jumlah pengunjung hotel dan restoran. Berdasarkan hal tersebut, Jogja Tourism Training Center sebagai sebuah lembaga pengembangan SDM pariwisata kompeten juga mempunyai program pelatihan hotel dan restoran. Tentu saja selain program pelatihan pelaku pariwisata dan pelatihan-pelatihan lainnya. Bila kita melihat momen libur Lebaran 1433 Hijriah, terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan di berbagai daerah. Hal tersebut juga menyebabkan meingkatnya jumlah pengunjung hotel dan restoran. Melihat catatan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel selama libur Lebaran meningkat. Angka peningkatan tersebut mencapai 85 persen. Peningkatan terjadi di destinasi-destinasi wisata, seperti Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, hingga Malang. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri okupansi kamar meningkat hingga 90,8 persen. Sejak hari Selasa, 3 Mei 2022 hingga hari Kamis, 5 Mei 2022, tingkat keterisian kamar di hotel bintang DIY mencapai lebih dari 90 persen. Sementara untuk hotel non bintang mencapai 70 hingga 80 persen. Hal tersebut dikemukakan oleh Deddy Pranowo Eryono selaku Ketua PHRI DIY. Pengunjung paling banyak berasal dari DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sumatera. Peningkatan ini terjadi karena masyarakat sudah dibatasi pergerakannya selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Sehingga, menurut Deddy pencapaian ini cukup membahagiakan. Usaha perhotelan sudah bisa sedikit bernapas setelah kemarin banyak yang mengencangkan ikat pinggang. Peningkatan keterisan kamar hotel masih akan terjadi hingga akhir Mei menurut Deddy. Hal ini disebabkan adanya hari libur nasional pekan depan. Sehingga, pengunjung yang diperkirakan didominasi oleh rombongan keluarga dan korporasi masih akan berdatangan. Guna memberikan kepuasan kepada para pelanggan, tentu hotel-hotel harus memberikan pelayanan yang maksimal. Terlebih saat jumlah pengunjung hotel meningkat, seperti pada saat ini. Pelayanan yang diberikan juga harus lebih, terutama dalam segi kuantitas. Namun, bukan berarti kualitas pelayanannya tidak dijaga. Bahkan justru harus ditingkatkan. Pelatihan Hotel dan Restoran JTTC ditujukan bagi karyawan hotel dan restoran agar mengetahui dan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Dengan begitu, pelanggan menjadi loyal. Sehingga pelanggan akan senantiasa ingat kepada perusahaan. Terdapat banyak Jenis Pelatihan Hotel dan Restoran yang diberikan JTTC. Jenis-jenis pelatihan tersebut adalah pelatihan receptionist, pelatihan front office, pelatihan handling complaint, pelatihan management budgeting hotel, pelatihan housekeeping, pelatihan food & beverage, pelatihan bellboy, pelatihan waiters/waiterss, pelatihan bartender, pelatihan demi chef, pelatihan commis pastry, pelatihan baker, pelatihan public area cleaner, pelatihan room attendant, dan pelatihan laundry attendant. Pelatihan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sistem pelatihan yang digunakan adalah offline atau online. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan penyegaran kompetensi yang dilaksanakan JTTC dapat menghubungi Mira (0812-1501-7910)
Libur Lebaran 2022 Kulon Progo dan Pengelolaan Pariwisata
JTTC-Pada libur Lebaran 2022 ini, Kulon Progo diserbu banyak wisatawan. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Kabupaten tersebut ada puluhan ribu wisatawan yang masuk. Pada H+3 Lebaran, jumlah wisatawan sudah mencapai lebih dari 50 ribu. Jumlah tersebut masih terus bertambah hingga hari Minggu (8/5/2022). Kulonprogo diketahui memiliki banyak destinasi wisata yang dikelola oleh Pemkab Kulonprogo. Delapan diantaranya adalah Gua Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Congot, Pantai Trisik, Kebun Teh Nglingo, Wisata Alam Tritis, Kawasan Menoreh Barat, dan Pantai Glagah. Selain itu, juga terdapat desa-desa wisata yang mulai dan sudah berkembang dengan baik. Salah satu tempat wisata yang paling terkenal dan paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Pantai Glagah. Koordinator TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto, dikutip dari Antara, memaparkan data wisatawan yang berkunjung. Pada hari Senin (2/5/2022) jumlah orang yang berkunjung sekitar 2.600 wisatawan. Kemudian pada hari Selasa terdapat 10.306 wisatawan. Hari Rabu 17.109 wisatawan. Dan pada hari Kamis jumlah wisatawan mencapai 18.058 orang. Sehingga, bila dijumlah, per hari Kamis, Pantai Glagah sudah dikunjungi 48.078 orang. Dalam memberikan pelayanan berupa kenyamanan dan keamanan pengunjung, Dinpar Kulonprogo berkoordinasi dengan banyak unsur terkait. Untuk lembaga sendiri, Kulonprogo bekerjasama dengan TNI/Polri, Satpol PP, Satlinmas, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan Diskominfo. Terdapat juga stakeholder yang dilibatkan pada momen libur lebaran pada tahun ini, yaitu PHRI dan ASITA. Hasilnya pengelolaan pariwisata berjalan baik dan sesuai dengan protokol kesehatan. Selain Pantai Glagah, Kalibiru juga menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi. Peningkatan jumlah pengunjung ke obyek wisata yang terletak di daerah dataran tinggi Dusun Kalibiru, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo tersebut tercatat sejak H-3 Lebaran. Tercatat sedikitnya ada 600 pengunjung pada hari Rabu (4/5/2022). Kemudian pada hari Kamis tercatat sedikitnya ada 700 wisatawan. Banyaknya pengunjung berdampak terhadap aspek-aspek wisata yang lain. Kantong parkir warga penuh dipadati ratusan mobil. Operator mobil jeep juga meningkat layanannya. Pemerintah Kulonprogo menyadari bahwa pihaknya harus bekerja keras untuk menjaga agar tempat wisatanya tetap hidup. Dengan melihat momen yang terjadi di Kulonprogo, pengelolalan pariwisata menjadi unsur pokok. Karena dengan pengelolalan pariwisata yang baik, pengunjung juga akan mendapatkan pelayanan yang baik. Bahkan tidak hanya pengunjung, namun semua yang terkait dengan pariwisata akan mendapatkan kenyamanan dan keamanan. Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam mengelola pariwisata selama libur Lebaran. Dengan berkoordinasi dengan unsur terkait, seperti PHRI dan ASITA, pemerintah mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak. Kemudian, kita bisa melihat fenomena yang terjadi di Kalibiru. Ketua Desa Wisata Kalibiru bekerja keras untuk mendapatkan sertifikasi CHSE. Tentu saja tujuan dari sertifikasi tersebut adalah untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian obyek wisata tersebut. Kesadaran dan langkah untuk mengelola pariwisata dengan baik tersebut bisa diperoleh dari dilaksanakannya pelatihan pariwisata. Karena dengan pelatihan pariwisata, SDM yang dimiliki dapat belajar segala aspek terkait. Termasuk pengelolalan pariwisata yang tujuannya memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Salah satu lembaga yang menyelenggarakan pelatihan pariwisata adalah Jogja Tourism Training Center. JTTC adalah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM pariwisata. Lembaga ini lahir dari kolaborasi antara UGM, ASITA DIY, dan PHRI DIY. Lembaga ini berkompeten dan telah dipercaya oleh dinas dan instansi di Indonesia
Pelatihan Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement dalam Produk Sajian Kuliner Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kab.Sragen
JTTC-Kegiatan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner yang dilaksanakan Jogja Tourism Training Center (JTTC) bersama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen memiliki beberapa sub tema di dalamnya. Salah satu dari sub tema yang diusung dalam pelatihan tersebut adalah pelatihan Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement dalam produk makanan. Pelatihan yang masuk ke dalam tema besar pelatihan pariwisata tersebut memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan akan proses-proses yang dibutuhkan untuk bisa menjadi produk makanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Yang pada mulanya produk tersebutr berawal dari bahan baku yang belum tergambarkan, kemudian masuk ke dalam tahap produksi yang memiliki berbagai macam proses sebelum akhirnya didistribusikan kepada konsumen. Pembekalan pada pelatihan ini terdapat 3 bahasan utama yakni Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement. Pada tiap sesinya memberikan informasi serta tips dan trik agar para peserta pelatihan yang merupakan pebisnis makanan sekaligus pegiat pariwisata agar dapat mencapai ketiganya secara bersamaan dan memiliki kemudahan dalam proses pencapaiannya. Adanya pelatihan ini penting untuk diperhatikan yang mana akan menciptakan produk yang berkualitas yang mampu memberikan kepuasan pada konsumen. Kepuasan konsumen yang didapatkan dari kualitas produk tersebut sekaligus sebagai teknik marketing yang mana menimbulkan kecenderungan konsumen untuk melakukan transaksi pembelian produk terutama makanan kembali dengan peserta pelatihan.
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kab. Sragen
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen untuk melaksanakan Pelatihan dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang penting untuk diketahui tidak hanya bagi pegawai perusahaan saja, namun juga bagi tiap individu. Hal itu sebab pada saat sekarang ini, hal tersebut menjadi isu yang penting di lingkup pekerjaan yang berhubungan langsung dengan alat-alat yang beresiko menimbulkan kecelakaan kerja ataupun faktor alam yang dapat memberikan resiko adanya bencana alam. Selain itu juga pelatihan K3 dapat menjadi syarat dasar bagi pekerja guna menunjang produktivitas kerja. Secara umum pelatihan K3 ini dalam penerapannya bermanfaat untuk mencegah kecelakaan maupun resiko yang ditimbulkan selama bekerja. Pelatihan pariwisata dalam bidang K3 memberikan gambaran kepada pegiat pariwisata maupun pebisnis makanan di Kab. Sragen untuk lebih memahami kondisi dan factor yang dapat berdampak pada keselamatan dan kesehatan tenaga kerja di tempat produksi masing-masing maupun pada tempat daya tarik wisata di Kab. Sragen. Dalam pelatihan pariwisata tersebut memberikan materi-materi secara mendasar dan mendetail mengenai K3. Materi pada pelatihan pariwisata K3 tersebut diberikan oleh trainer berkompeten yang disediakan oleh JTTC. Harapan dari dilaksanakannya pelatihan ini tak lain untuk mempersiapkan bagi pebisnis makanan maupun pegiat pariwisata yang sadar akan K3 di lingkungan produksi dan bekerja. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Representative of Marketing Products : Kreativitas dan Inovasi Packaging dan Display produk dalam Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner Bersama Dinas Pariwisata Sragen
JTTC-Serangkaian dari pelatihan pariwisata Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner yang dilaksanakan oleh Jogja Tourism Training Center (JTTC) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen kemudian dilanjutkan dengan sub tema baru yaitu Representative of Marketing Products . Di dalam sub tema pelatihan tersebut meliputi beberapa topic pelatihan yang diusung, salah satunya adalah Kreativitas dan Inovasi Produk Display dan Packaging. Sub tema yang diusung pada kesempatan kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta gambaran kepada para pegiat pariwisata baik daya tarik wisata maupun pebisnis makanan yang berlokasi di Kab. Sragen pada bidang inovasi kemasan produk sampai dengan pemajangan produk-produk tersebut agar lebih menarik perhatian daripada customer yang tergabung dari wisatawan lokal maupun non lokal. Pelatihan pariwisata pada sesi packaging dan display ini memberikan angina segar kepada para pegiat pariwisata di Kab. Sragen, sebab jika melihat keadaan saat ini yang menunjukkan bahwa produk-produk UKM maupun drugstore terutama produk makanan sangat bervariatif karena kompetisi yang sangat tinggi. Berangkat dari fakta tersebut, langkah yang dapat ditempuh untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin tajam adalah dengan melalui desain kemasan produk yang dihasilkan. Urgensi dari pelatihan pariwisata yang dilaksanakan JTTC dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen yaitu kemasan maupun display kerap kali disebut sebagai “the silence salesman” karena dapat dikatakan kemasan produk dapat mewakili ketidakhadiran pelayan dalam menunjukkan kualitas dan informasi produk yang ditawarkan. Dalam sesi pelatihan packaging dan display memberikan paparan materi berupa fungsi utama kemasan, jenis-jenis kemasan beserta bahan dan design, kemudian tata platting yang baik dan benar sebagai display dari sebuah produk, dan lain sebagainya. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)