JTTC-Selama libur lebaran kemarin, Pantai Parangtritis masih menjadi primadona wisatawan. Menurut Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Pantai Parangtrirtis, Rahmad Ridwanto, dilansir dari ANTARA, pengunjung obyek wisata yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Bantul tersebut berjumlah 145.118 orang. Itu dihitung sejak hari pertama hingga hari ke lima libur Idul Fitri 1443 Hijriah. Pada hari H Lebaran (2/4), jumlah pengunjung adalah 7.575 orang. Kemudian hari Selasa, 25.870 orang. Hari Rabu berjumlah 29.900 orang. Hari Kamis 35.905 wisatawan. Hari Jumat 26.196 wisatawan. Dan hari Sabtu sebanyak 19.699 wisatawan. Begitu penjelasan Rahmad. Masih menurut Rahmad, wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Parangtrirtis meliputi Gumuk Pasir, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Depok. Para wistawan tersebut berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan luar daerah. Guna memaksimalkan pelayanan penarikan retribusi wisata atau karcis masuk Parangtritis, Pemerintah Kabupaten Bantul menerjunkan 35 orang petugas. Para petugas tersebut dibantu oleh TNI/Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang melakukan pengaturan manual di TPR untuk mengurangi kemacetan kendaraan wisatawan. Tercatat ada sekitar 280 destinasi wisata di Kabupaten Bantul. Destinasi-destinasi wisata tersebut tersebar di 17 kecamatan. Namun pada libur lebaran ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, pihaknya lebih berfokus pada pengendalian 8 objek wisata khususnya pantai karena menjadi tujuan favorit. Momen ini mengingatkan pada salah satu bahasan yang pernah dilakukan oleh Jogja Tourism Training Center. Dilansir dari tulisan “Pariwisata DIY Masih Butuh Pemerataan” di laman (https://pelatihanpariwisata.com/), dijelaskan bahwa wisatawan yang datang ke DIY belum merata. Dalam tulisan itu, disebutkan bahwa rata-rata wisatawan masih terkonsentrasi di tiga kabupaten/kota saja, yaitu Sleman, Yogyakarta, dan Gunungkidul. Sehingga pengembangan destinasi wisata di wilayah Kulonprogo dan Bantul akan digenjot terus. Kemudian, di Bantul wisatawan masih terpusat di Pantai Parangtritis dan Depok. Padahal, banyak potensi wisata namun belum dikelola secara maksimal. Misalnya atraksi wisata susur goa. Hal tersebut bisa dikembangkan seperti yang sudah mulai tren di wilayah Gunungkidul. Pengembangan-pengembangan tersebut bisa dilakukan melalui pelatihan-pelatihan pariwisata. Seperti yang dilakukan oleh JTTC, sebagai sebuah lembaga pengembangan sumber daya manusia pariwisata berkompeten yang telah dipercaya oleh dinas dan instansi terkait di Indonesia. Sehingga, pemerataan pariwisata di Bantul khususnya, dan DIY pada umumnya bisa tercapai.
Syawalan Korporat Idul Fitri 1443H
JTTC-Pada hari Sabtu, 7 Mei 2022, Korporat (Jogja Tourism Training Center – Lembaga Sertifikasi Pariwisata Jana Dharma Indonesia – Lembaga Sertifikasi Usaha Bhakti Mandiri Wisata Indonesia) menyelenggarakan syawalan. Syawalan tersebut digelar di Kotabaru Junior Ballroom. Syawalan diikuti oleh seluruh anggota korporat. Mulai dari direktur, jajaran manager, hingga seluruh karyawan kompak memeriahkan acara tersebut. Manajemen beserta jajaran pegawai berpenampilan sopan namun ekspresif. Bagi pegawai perempuan mengenakan pakaian rapi, sopan, dan menarik. Begitu pula dengan yang laki-laki, ditambah mengenakan kopiah dan sarung. Acara dimulai pukul 08.00 WIB. Dimulai dengan pembukaan oleh MC, Intan dan Eranio. Kemudian dilanjut dengan laporan kegiatan oleh Bapak Nugroho Susanto selaku Manager Operasional, HRD, dan Finance. Lalu sambutan Direktur Korporat, Bapak Hairullah Ghazali. Setelah itu, ada arahan dan agenda lain dari direktur dan jajaran manager. Selanjutnya pukul 08.30, seluruh anggota korporat bersalam-salaman. Direktur mempimpin prosesi tersebut, diikuti oleh jajaran manager dan semua karyawan. Mereka saling berjabat tangan. “Sungkem” kepada yang tua dan yang dituakan dari yang muda. Suasana berjalan hangat dan khidmat. Syawalan korporat ini bertujuan untuk saling memaafkan atas segala kesalahan yang telah diperbuat, baik sengaja maupun tidak sengaja, selama satu tahun. Juga untuk mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antar anggota. Sehingga diharapkan terjalin iklim yang positif dan kondusif guna kemajuan korporat.
Pelatihan Kreativitas dan Inovasi Pengembangan Menu bersama Dinas Pariwisata Sragen
JTTC-Keberlanjutan kerjasama antara Jogja Tourism Training Center (JTC) dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen mengadakan pelatihan pariwisata terus berjalan. Salah satu pelatihan pariwisata yang dilaksanakan pada tanggal 25-28 April 2022 yaitu di bidang kreativitas dan inovasi pengembangan menu. Pelatihan yang menyasar peserta pegiat daya tarik wisata yang berlokasi di Kab.Sragen tersebut memberikan semangat baru untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada menu produk makanan yang dinilai lebih kekinian dan tentunya layak untuk dijual. Pada pelatihan pariwisata ini membawakan materi berupa pengetahuan dasar mengenai kreativitas dan inovasi secara umum. Materi tersebut dilanjutkan dengan tips dan trik apa saja yang dapat diterapkan dalam usaha menciptakan menu makanan baru yang diterima oleh masyarakat. Berbagai ilmu dan tips diberikan oleh praktisi kepada peserta pelatihan, dimulai dari pemilihan komponen makanan hingga cara agar makanan tersebut dapat diterima serta dikenal masyarakat. Kemampuan untuk dapat mengembangkan dan menemukan suatu hal yang baru merupakan skill yang sebetulnya diharuskan untuk dimiliki bagi setiap pebisnis, baik pebisnis di bidang jasa maupun produk seperti makanan, barang dan sebagainya. Jika seorang pebisnis memiliki skill tersebut dan mampu menerapkan pada saat menjalankan usaha bisnisnya, terutama bisnis makanan, dapat dipastikan bahwa bisnis tersebut akan tetap bertahan meskipun tengah berada di kondisi persaingan yang ketat antar pebisnis. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Marketing Business dalam Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner Bersama Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Sragen
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPOPAR) Kab. Sragen melakukan kegiatan pelatihan pariwisata lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan dengan tema pelatihan yang berbeda yaitu Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner. Pada hari pertama, pelatihan pariwisata yang dilakukan tepatnya pada tanggal 26 April 2022, mengusung sub tema pelatihan Marketing Business. Pada sub tema ini meliputi alat-alat yang dapat dilakukan untuk menunjang peningkatan penjualan produk maupun jasa, khususnya pariwisata di Sragen. Dalam sub tema Marketing Business terdapat 2 materi yang diberikan, yakni Whatsapp Business dan Google Business yang dapat dimanfaatkan oleh pegiat pariwisata di Sragen dalam mengembangkan dan meningkatkan daya tarik wisata di Kab. Sragen. Pada pelatihan pariwisata sesi Whatsapp Business, diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pegiat pariwisata di Kab. Sragen untuk dapat memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat di Whatsapp Business. Whatsapp Business dapat dijadikan sebagai opsi dalam berkomunikasi yang tepat bagi para pebisnis, khususnya pebisnis online. Pelatihan pariwisata pada sesi Whatsapp Business, juga diberikan pemahaman bahwa aplikasi tersebut nantinya akan membantu banyak calon pembeli maupun wisatawan pada kasus ini untuk berkomunikasi secara lancer dengan penjual, membantu para pebisnis untuk mempromosikan produk dan pengenalan layanan produk ataupun jasa yang ditawarkan, dan juga sebagai wadah untuk menjawab berbagai pertanyaan customer dengan cepat dan tanggap. Begitu juga dengan pada pelatihan pariwisata pada sesi Google Business, yang memaparkan kepada peserta pelatihan yang tergabung dari para pegiat-pegiat pariwisata mengenai pengertian, fungsi, manfaat dan lain sebagainya daripada Google Business. Dalam Google Business terdapat berbagai macam tools yang bertujuan untuk mempermudah calon pelanggan dalam mengetahui informasi-informasi bisnis. Dalam pelatihan pariwisata sesi Google Business menjelaskan juga tiap-tiap fiturnya yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bisnis daya tarik wisata yang dapat diterapkan untuk kemajuan potensi daya tarik wisata di Kab. Sragen. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Libur Ketupat Sebagai Tonggak Awal Kebangkitan Kembali Pariwisata di Yogyakarta
JTTC-Libur lebaran merupakan suatu agenda yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia pada tiap tahunnya. Namun, selama 2 tahun, terhitung pada tahun 2020 dan 2021 larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah demi menekan angka lajur penyebaran virus Covid-19. Kemudian pada tahun ini, pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik ke kampung halaman masing-masing ataupun liburan bersama dengan kerabat terdekat ke kota-kota impian yang sebelumnya ingin dikunjungi tetapi tersendat karena adanya intruksi pemerintah pembatasan ke luar kota maupun luar negeri. Adanya kelonggaran tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan mudik sekaligus perjalanan pariwisata ke Yogyakarta. Perjalanan pariwisata yang dilakukan oleh pemudik dan wisatawan membawa angin segar pada kegiatan pariwisata di Yogyakarta. Tidak dapat dipungkiri momen inilah yang juga ditunggu oleh para pegiat kegiatan pariwisata dimulai dari tour guide, pedagang oleh-oleh dan lain sebagainya yang berada di ruang lingkup pariwisata di Yogyakarta. Kedatangan pemudik dan wisatawan tentu selain memberikan dampak yang positif di bidang perekonomian masyarakat, juga memberikan kebaikan pada kegiatan pariwisata di Yogyakarta. Kegiatan pariwisata di Yogyakarta yang pada mulanya terkesan “mati” karena pada 2 tahun sebelumnya adanya pembatasan sosial di tengah masyarakat. Namun kini setelah dibebaskan oleh pemerintah, kawasan-kawasan pariwisata di Yogyakarta mengalami “kembludakan” karena banyaknya pemudik dan wisatawan yang datang mengunjungi. Meskipun hampir di semua titik kawasan pariwisata di Yogyakarta mengalami kemacetan yang parah diakibatkan menumpuknya mobil-mobil yang ingin memasuki kawasan pariwisata di Yogyakarta terhitung pada tanggal dimulainya libur cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah pada tanggal 27 April-9 Mei 2022 tak menyurutkan keinginan dan tekat pemudik serta wisatawan untuk datang berkunjung dan menikmati indahnya kota Yogyakarta.
HUT JTTC Ke 20th Sebagai Momentum Untuk Berbagi dan Kebangkitan Pariwisata
JTTC-Tanggal 26 April 2022 merupakan hari dimana Jogja Tourism Training Center (JTTC) merayakan eksistensinya di dunia pelatihan dan pariwisata selama 20th. Momentum ulang tahun 20th JTTC ini menjadi hal yang sangat menggembirakan dan membanggakan, sebab selama 2 dasawarsa JTTC telah mampu membersamai masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan dan perkembangan masyarkat baik di dunia pariwisata maupun pengembangan SDM. Pada perayaan tahun ini merupakan hal yang berbeda bagi JTTC, dengan umur yang sudah tidak lagi muda yaitu 20th, JTTC berkesempatan untuk memberikan bantuan dan santunan kepada anak yatim dan para lansia yang kurang mampu sebagai bentuk rasa syukur JTTC di hari tersebut. Harapan JTTC dalam momentum ini yang dimanfaatkan sebagai ajang berbagi untuk sesama, yakni selain mengharapkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa akan umur JTTC yang telah genap 20th, juga merupakan bentuk perhatian JTTC terhadap kelompok masyarakat yang dianggap kurang beruntung sebagai bentuk santunan momentum lebaran 1443H. Di hari yang bahagia tersebut juga dilakukan kegiatan yang bermanfaat lainnya, yaitu dilaksanakannya webinar yang berjudul “Kesiapan SDM Hotel dan Restoran Pasca Pandemi” yang pada acara tersebut turut dihadiri Deddy Pranowo (Ketua PHRI DIY), Reza Septiana (Ketua HRMA DIY), Indi Printianto (PHRI DIY) seta Niken Karsiati (Manager Mutu BMWI). Hadir pula perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) RI. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan kesiapan hotel dan restoran dalam menyongsong kembali tatanan kehidupan pariwisata di era pascapandemi. Rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun JTTC ke-20 juga dijadikan momen untuk meluncurkan laman web JTTC ini, www.jttc.co.id
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Gerbosari
JTTC-Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata di Sekitar Zona Badan Pelaksana Otorita Borobudur tahun 2022 resmi dibuka oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur yang bekerjasama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC), pelatihan dan pendampingan pada Desa Gerbosari ini, dimulai pada tanggal 18-22 April 2022, dan dilaksanakan di Desa Gerbosari. Kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Gerbosari dan daya tarik wisata yang dilaksanakan selama empat hari tersebut berjalan dengan sangat baik. Dengan membawa materi pengelolaan desa wisata terintegrasi, manajemen konflik dan pengelolaan masyarakat, menyusun SOP pada hari pertama. Selanjutnya pada hari kedua, ketiga, dan keempat, dengan materi teknik pemasaran produk melalui platform digital dan penyusunan SOP. Kemudian pada hari kelima, trainer yang tergabung dari akademisi dan praktisi membawakan materi teknik evaluasi dan review pelayanan terhadap wisatawan. Pada Pelatihan ini dirasakan sangat esensial untuk mempersiapkan daya tarik wisata penyangga Zona Otorita Borobudur dan membantu dalam peningkatkan kualitas SDM pengelola pariwisata pada desa wisata Kawasan Pariwisata Borobudur yang diharapkan menjadi keunggulan. Mengingat beberapa desa wisata ini memiliki potensi untuk memajukan sektor pariwisata. kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Gerbosari dan daya tarik wisata, diharapkan akan memunculkan desa-desa wisata yang berkompeten dalam melayani wisatawan baik dalam dan luar negeri saat berkunjung ke desa wisata tersebut. Berkompeten dalam hal ini adalah mempersiapkan segala suatu hal yang dapat menunjang desa wisata tersebut menjadi desa wisata yang dapat diperhitungkan keberadaannya. Adanya kegiatan pelatihan pariwisata ini memberikan efek jangka panjang yang positif dalam dalam memperluas relasi dalam melakukan pengembangan pariwisata sehingga dapat bekerjasama berkontribusi dalam menciptakan lapangan dan sumber penghidupan baru sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran dan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah JTTC yang dipercaya oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur sebagai pelaksana untuk mensukseskan jalannya serangkaian kegiatan pelaksanaan pelatihan pariwisata dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata, tentunya telah mempersiapkan secara matang dimulai dari konsep kegiatan sampai dengan materi-materi yang akan disampaikan melalui trainer-trainer yang berkompeten di bidangnya. Output dari kegiatan tersebut berupa SOP dari beberapa pelatihan yang dijalani. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan efektif, dibuktikan dengan 20 peserta yang hadir dapat berpartisipasi mengikuti pelatihan dari awal sesi hingga akhir sesi dan aktif dalam kegiatan pembelajaran dua arah. Melalui kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang maupun jangka pendek diantaranya yaitu peserta dapat memperoleh skill dan knowledge dalam mengelola desa wisata. Untuk informasi pelatihan dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Ngargosari
JTTC- Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata di Sekitar Zona Badan Pelaksana Otorita Borobudur tahun 2022 resmi dibuka, Sebelum diadakan pelatihan dan pendampingan pada Desa Ngargosari, yang dilakukan pada tanggal 11-16 April 2022, dan dilaksanakan di Desa Ngargosari, telah dilakukan sebuah pembukaan. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur yang bekerjasama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC). Pariwisata yang identik dengan mobilitas ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata. Maka dari itu, diperlukan strategi dan inovasi dalam menentukan mengelola dan menetapkan harga layanan yang sesuai sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung di setiap desa wisata. Kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Ngargosari dan daya tarik wisata yang dilaksanakan selama empat hari tersebut berjalan dengan sangat baik. Dengan membawa materi pengelolaan desa wisata terintegrasi, manajemen konflik dan pengelolaan masyarakat, menyusun SOP pada hari pertama. Selanjutnya pada hari kedua, ketiga, dan keempat, dengan materi teknik pemasaran produk melalui platform digital dan penyusunan SOP. Kemudian pada hari kelima, trainer yang tergabung dari akademisi dan praktisi membawakan materi teknik evaluasi dan review pelayanan terhadap wisatawan. Pada Pelatihan ini dirasakan sangat esensial untuk mempersiapkan daya tarik wisata penyangga Zona Otorita Borobudur dan membantu dalam peningkatkan kualitas SDM pengelola pariwisata pada desa wisata Kawasan Pariwisata Borobudur yang diharapkan menjadi keunggulan. Mengingat beberapa desa wisata ini memiliki potensi untuk memajukan sektor pariwisata. kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Ngargosari dan daya tarik wisata, diharapkan akan memunculkan desa-desa wisata yang berkompeten dalam melayani wisatawan baik dalam dan luar negeri saat berkunjung ke desa wisata tersebut. Berkompeten dalam hal ini adalah mempersiapkan segala suatu hal yang dapat menunjang desa wisata tersebut menjadi desa wisata yang dapat diperhitungkan keberadaannya. Adanya kegiatan pelatihan pariwisata ini memberikan efek jangka panjang yang positif dalam dalam memperluas relasi dalam melakukan pengembangan pariwisata sehingga dapat bekerjasama berkontribusi dalam menciptakan lapangan dan sumber penghidupan baru sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran dan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah. JTTC yang dipercaya oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur sebagai pelaksana untuk mensukseskan jalannya serangkaian kegiatan pelaksanaan pelatihan pariwisata dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata, tentunya telah mempersiapkan secara matang dimulai dari konsep kegiatan sampai dengan materi-materi yang akan disampaikan melalui trainer-trainer yang berkompeten di bidangnya. Output dari kegiatan tersebut berupa SOP dari beberapa pelatihan yang dijalani. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan efektif, dibuktikan dengan 20 peserta yang hadir dapat berpartisipasi mengikuti pelatihan dari awal sesi hingga akhir sesi dan aktif dalam kegiatan pembelajaran dua arah. Melalui kegiatan pelatihan pengelolaan desa wisata ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang maupun jangka pendek diantaranya yaitu peserta dapat memperoleh skill dan knowledge dalam mengelola desa wisata. Untuk informasi pelatihan dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata Pagerharjo
JTTC-Badan Pelaksana Otorita Borobudur yang bekerjasama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC) setelah resmi membuka serangkaian kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata dan Daya Tarik Wisata di Sekitar Zona Badan Pelaksana Otorita Borobudur tahun 2022, memulai pelatihan dan pendampingan pada Desa Pagerharjo. Pelatihan pariwisata tersebut dimulai pada tanggal 5-9 April 2022, dan dilaksanakan di Desa Pagerharjo. Kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Pagerharjo dan daya tarik wisata yang dilaksanakan selama empat hari tersebut berjalan dengan sangat baik. Dengan membawa materi pengelolaan desa wisata terintegrasi, manajemen konflik dan pengelolaan masyarakat, menyusun SOP pada hari pertama. Selanjutnya pada hari kedua, ketiga, dan keempat, dengan materi teknik pemasaran produk melalui platform digital dan penyusunan SOP. Kemudian pada hari kelima, trainer yang tergabung dari akademisi dan praktisi membawakan materi teknik evaluasi dan review pelayanan terhadap wisatawan. Pada kegiatan pelatihan pariwisata dan pendampingan Desa Wisata Pagerharjo dan daya tarik wisata, diharapkan akan memunculkan desa-desa wisata yang berkompeten dalam melayani wisatawan baik dalam dan luar negeri saat berkunjung ke desa wisata tersebut. Berkompeten dalam hal ini adalah mempersiapkan segala suatu hal yang dapat menunjang desa wisata tersebut menjadi desa wisata yang dapat diperhitungkan keberadaannya. JTTC yang dipercaya oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur sebagai pelaksana untuk mensukseskan jalannya serangkaian kegiatan pelaksanaan pelatihan pariwisata dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata, tentunya telah mempersiapkan secara matang dimulai dari konsep kegiatan sampai dengan materi-materi yang akan disampaikan melalui trainer-trainer yang berkompeten di bidangnya. Output dari kegiatan tersebut berupa SOP dari beberapa pelatihan yang dijalani. Untuk informasi pelatihan dan pendampingan desa wisata dan daya tarik wisata dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Pemandu Wisata Buatan Ecopark
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) berkesempatan untuk bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Sragen kesekian kalinya. Bentuk kerjasama yang dilakukan pada kali ini berupa Pelatihan Pariwisata di bidang Pemandu Wisata Buatan Ecopark di Kab. Sragen. Pelatihan pariwisata ini dengan menyasar peserta pelatihan yaitu aktor-aktor pariwisata yang bekerja sebagai pemandu wisata di Kab. Sragen. Pelatihan pariwisata ini dilakukan sebanyak tiga kali dan satu kali yaitu berupa kunjungan ke tempat wisata buatan Ecopark Kab. Sragen. Selama pelatihan pariwisata ini didampingi oleh trainer-trainer akademisi dan praktisi yang telah berkompeten di bidangnya yaitu di bidang pendampingan daya tarik wisata, baik itu daya tarik wisata alami maupun buatan. Pada pelatihan pertama dilakukan selama empat hari, yaitu tertanggal pada 18-21 April 2022 bertempatan di Ndayu Park Sragen. Pada pelatihan pertama para trainer yang tergabung dari akademisi dan praktisi memberikan materi sebagai berikut pengetahuan dasar Ecopark, standar presentasi personal Pramuwisata, dan Guiding Technique Pemandu Wisata Buatan. Kemudian pada hari kedua, pelatihan pariwisata ini membawakan materi berupa, mengembangkan dan memelihara pengetahuan tentang Ekowisata, mengkoordinasikan dan mengoperasikan perjalanan Ekowisata, menyiapkan dan menyajikan informasi Ekowisata. Selanjutnya pada hari ketiga pelatihan pariwisata pendampingan pemandu wisata buatan Ecopark, membawakan materi yaitu menerapkan kegiatan wisata yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial budaya, dan lain sebagainya. Harapan dari dilaksanakannya pelatihan pariwisata pendampingan pemandu wisata buatan Ecopark Kab. Sragen adalah untuk menciptakan actor-aktor pariwisata untuk lebih siap dalam menyambut dan melayani wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan lebih baik dan kompeten ketika berkunjung ke tempat wisata buatan ecopark yang terdapat di Kab. Sragen. Untuk informasi mengenai kerjasama di bidang pariwisata dan pendampingan pariwisata dapat menghubungi Mira (0812-1501-7910)