JTTC-Grooming atau penampilan diri merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, grooming merupakan first impression bagi setiap orang yang ditemuinya. Penampilan menarik mencerminkan kepribadian seseorang. Orang yang berpenampilan menarik akan dinilai sebagai orang yang berkepribadian baik. Sebaliknya, orang yang kurang memperhatikan penampilan dinilai sebagai orang yang berkepribadian kurang menarik. Terlebih pasti setiap orang tentu saja ingin selalu tampil serasi dan menarik agar disukai orang lain. Kita ketahui bersama bahwa pekerjaan flight attendant diidentikkan dengan pekerjaan yang selalu dituntut tampil paripurna, dimulai dari tata rias wajah sampai dengan cara berpakaian. Bahkan tak sedikit masyarakat menjadikan mereka sebagai panutan pegawai dengan gaya yang professional. Melihat pentingnya memperhatikan grooming, manajemen korporat JTTC mengadakan pelatihan grooming ala flight attendant yang diselenggarakan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 bertempatan di Ruang Kotagede, Gedung Baru Korporat. Pelatihan tersebut menggandeng P3 Nusantara sebagai narasumber. Dalam pelatihan tersebut diisi dengan praktik makeup serta tata perilaku yang sesuai dengan standar flight attendant. Seluruh peserta yang merupakan pegawai marketing korporat mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan dengan baik dari awal pelatihan tersebut dilaksanakan sampai diakhiri dengan berfoto bersama.
Menggunakan Bahasa yang Efektif dalam Promosi Digital Pariwisata
JTTC-Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daring (kbbi.kemdikbud.go.id), bahasa mempunyai pengertian sebagai sistem lambang bunyi arbiter yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Sedangkan menurut Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), bahasa adalah bentuk semiotika sosial yang aktif di dalam suatu konteks situasi dan kultural, digunakan baik secara lisan maupun tulis. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan sistem komunikasi manusia yang dinyatakan melalui susunan suara atau ungkapan tulis terstruktur guna membentuk satuan yang lebih besar, seperti morfem, kata, dan kalimat. Bahasa dipandang sebagai suatu konstruksi yang dibentuk melalui fungsi dan sistem secara simultan. Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Temasuk di dalamnya untuk komunikasi pemasaran. Seiring berkembangnya teknologi, berkembang pula sitem pemasaran. Seperti dalam era internet sekarang, pemasaran dilakukan seacara digital. Pemasaran dengan media digital ini disebut digital marketing atau pemasaran digital. Dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 4 tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2022, dijelaskan bahwa bahasa bisa digunakan dalam promosi digital pariwisata. Semakin efektif bahasa yang digunakan maka semakin efektif pula kegiatan promosi digital pariwisata tersebut. Bahasa Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital masuk ke dalam Materi Paparan Pelatihan Digitalisasi: Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, dan Fotografi. Pokok-pokok materinya terdiri dari bahasa sebagai komponen komunikasi penting dalam promosi digital, prinsip-prinsip penggunaan bahasa untuk promosi yang efektif, perbedaan penggunaan bahasa untuk promosi digital dan promosi nondigital/konvensional, menyusun kalimat promosi yang baik dan efektif, dan menyajikan dan mengelola komunikasi dalam promosi digital. Bagi anda yang ingin meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi dalam mengelola destinasi dan daya tarik wisata sehingga dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata, khususnya menggunakan bahasa promosi yang efektif, bisa mengikuti pelatihan yang kami selenggarakan. Kami, Jogja Tourism Training Center (JTTC) merupakan sebuah lembaga pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) umum dan bidang pariwisata yang didirikan oleh kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), The Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Daerah Istimewa Yogyakarta (ASITA DIY), dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY). Kami telah berkompeten dalam memberikan pelatihan dengan dipercayai dinas dan instansi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dan kerjasama di bidang pariwisata, silakan menghubungi admin kami (0812-1501-7910).
Tumbuhkan Kesadaran Pariwisata Masyarakat Kalurahan Pendowoharjo, JTTC bersama Dinas Pariwisata Kab. Bantul Gelar Pelatihan
JTTC– Dinas Priwisata Kab. Bantul terus berupaya memajukan sektor pariwisata di Bantul. Salah satunya dengan mengisiasi dan memfasilitasi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bekerjasama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC). Pada kali ini, masyarakat Kalurahan Pendowoharjo berkesempatan mendapatkan Pelatihan Pembentukan Pokdarwis yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 21-23 Juni 2022, dengan 1 hari merupakan kunjungan lapangan ke Pokdarwis Gerbang Madu, Srimulyo, Piyungan. Peserta pelatihan pembentukan pokdarwis ini berasal dari perwakilan kalurahan Pemerintah desa, Bamuska (Badan Musyawarah Kampung), Karangtaruna, PKK, Tokoh Masyarakat, dan LPMD Kalurahan Pendowoharjo. Pelatihan ini merupakan pelatihan yang rutin digelar oleh Dinas Pariwisata Kab. Bantul pada tiap tahunnya, namun pada tahun 2020 sampai 2021 sempat terhenti disebabkan oleh massive nya virus Covid-19 pada saat itu. Pelatihan Pembentukan Pokdarwis nantinya akan dilanjutkan dengan Pelatihan Pembentukan Desa Wisata yang akan dilaksanakan pada bulan depan dengan peserta pelatihan yang berbeda. Serangkaian pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kab. Bantul ini menggunakan dana APBD Pemerintah Kab. Bantul, dan Danas Istimewa yang langsung mensupport pada desa-desa budaya yang ada di wilayah Kab. Bantul. Pada pelatihan kali ini, Dinas Pariwisata Kab. Bantul turut mengundang Direktur Korporat, Bapak Hairullah Gazali sebagai narasumber. Bapak Irul (Sapaan akrab) dalam materinya menyampaikan penjelasan mengenai sadar wisata dan sapta pesona wisata yang harus diketahui dan dipahami bagi setiap pelaku pariwisata. Materi tersebut disampaikan secara komunikatif dan fun dengan diselingi permainan yang menambah semangat peserta pelatihan. Harapannya setelah pelatihan ini dilaksanakan yaitu peserta pelatihan mampu memajukan dan mengembangkan Kalurahan Pendowoharjo bersama-sama. Dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kalurahan Pendowoharjo. Mra/Abr
Pembukaan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner Kabupaten Gunung Kidul
JTTC-Dinas Pariwisata Kab. Gunungkidul bekerjasama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Sajian Higienitas Kuliner. kegiatan peningkatan kapasitas SDM Pariwisata diperuntukkan sektor kuliner pariwisata lingkup Kab. Gunungkidul yang diikuti oleh 40 orang (peserta) perwakilan dari angota BPC PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Gunungkidul dan DPC PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia) Gunungkidul. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari (20/06/22 – 22/06/22) bertempat di Hotel Gallery Prawirotaman. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Hairullah Gazali selaku Direktur Korporat dan Bapak M. Arif Aldian selaku Kepala Dinas Pariwisata Kab. Gunung Kidul. Dalam sambutannya, Pak Hairullah menyampaikan urgensi diadakannya pelatihan tersebut. Selain itu beliau juga menyampaikan support kepada para peserta pelatihan dalam mengikuti serangkaian kegiatan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Sajian Higienitas Kuliner, yang diharapkan nantinya setelah pelatihan ini selesai dilaksanakan, peserta mampu memberikan kontribusi atas peningkatan kualitas dunia pariwisata di Gunung Kidul. Sementara itu, Pak Arif menyampaikan harapan dari pelatihan ini para peserta yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini nantinya dapat menyebarluaskan materi pembelajaran yang didapatkan kepada rekan-rekan pegiat daya tarik wisata yang lainnya, terutama pelaku usaha kuliner sehingga nantinya akan mendukung pariwisata di Gunung Kidul menjadi lebih maju dan dapat bersaing dengan daerah-daerah wisata lainnya. Pada pelatihan ini nantinya akan menggunakan 70 persen praktik dan interaksi antara narasumber dengan peserta pelatihan, kemudian 30 persen menggunakan metode teoritis (materi kelas). Pemberian materi yang dibawakan oleh narasumber yang berkompeten berasal dari akademisi dan praktisi di bidang kuliner maupun pariwisata. Materi tersebut dikemas semenarik mungkin bagi peserta pelatihan sehingga akan lebih mudah dalam penyerapan materi dan pengaplikasiannya. Mra/Abr
Fotografi untuk Promosi Digital Pariwisata
pelatihanpariwisata-Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pembangunan perekonomian nasional maupun daerah. Kemajuan dan kesejahteraan ekonomi yang semakin tinggi telah menjadikan pariwisata sebagai bagian pokok dari kebutuhan atau gaya hidup manusia. Bahkan telah menggerakkan jutaan manusia untuk mengenal alam dan budaya ke belahan dunia lainnya. Bila kita mengacu ke dalam konstitusi, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata didefinisikan sebagai berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Sementara pengertian pariwisata dalam The World Tourism Organization (UNWTO) adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan perpindahan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasanya untuk tujuan pribadi, bisnis, atau profesional. Salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi pariwisata adalah dengan membuat Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Dana Pelayanan Kepariwisataan Tahun Anggaran 2022. Petunjuk teknis tersebut digunakan sebagai acuan bagi pemerintah daerah guna meningkatan kapasitas masyarakat pariwisata dan pelaku usaha wisata. Caranya adalah dengan melakukan berbagi jenis pelatihan. Termasuk di dalamnya pelatihan pemasaran digital. Di dalam peraturan menteri tersebut, dijelaskan bahwa fotografi merupakan salah satu cara untuk promosi digital. Hal tersebut dikarenakan foto merupakan sebuah media komunikasi yang bisa digunakan untuk menyampaikan ide atau pesan kepada orang lain. Media foto dapat mendokumentasikan suatu peristiwa penting yang dapat menarik perhatian orang. Tentu saja dalam menjadikan fotografi sebagai alat promosi digital pariwisata, kita harus paham ilmunya. Kita mesti menguasai pentingnya fotografi dalam promosi digital, prinsip-prinsip fotografi dalam promosi digital pariwisata, penggunaan kamera telepon selular untuk fotografi dalam promosi digital (kelebihan dan kekurangannya), teknik pengambilan gambar (pencahayaan, sudut pengambilan, zooming, dan lain-lain), memilih foto yang baik dan menarik, dan menyajikan serta mengelola foto dalam media promosi digital. Jogja Tourism Training Center (JTTC) sebagai sebuah lembaga pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) umum dan bidang pariwisata yang didirikan oleh kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), The Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Daerah Istimewa Yogyakarta (ASITA DIY), dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY), juga memberikan service pelatihan tersebut. Dalam memberikan pelatihan, JTTC telah berkompeten dengan dipercayai dinas dan instansi di Indonesia. Untuk informasi mengenai pelatihan dan kerjasama di bidang pariwisata, silakan menghubungi admin kami (0812-1501-7910).
Pulihkan Pariwisata Indonesia dengan Menciptakan Desa Wisata
JTTC-Pengembangan desa wisata dianggap sebagai salah satu langkah nyata dalam pemulihan ekonomi negara. Melalui Desa wisata, penyaluran bantuan dapat ditargetkan tepat sasaran dengan manfaat yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM (UMKM) yang terdampak Pandemi Covid-19. Desa wisata menjadi salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri pariwisata. Desa wisata tersebut diciptakan guna menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia dan berdaya asing di tengah pandemi seperti sekarang ini. Selain itu, Desa wisata juga mampu mendorong pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai ajang promosi potensi desa wisata kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Diciptakannya desa wisata diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif untuk dapat menjadikan desa wisata mampu berkembang dalam menopang perekonomian bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak Covid-19 yang dirasakan secara dampak ekonominya, maupun dampak sosial, dan kesejahteraan masyarakat desa. Upaya pengembangan desa wisata berfokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yang mana dalam hal ini berfokus pada tiga aspek: berkelanjutan, sosial lingkungan dan ekonomi. Terlebih pada saat ini tren pariwisata masyarakat berubah dengan lebih menyukai wisata alam. Desa wisata memiliki prospek yang bagus dan terpenting adalah pemberdayaan tenaga lokal sebagai penggeraknya. Mra/Abr
Tingkatkan Daya Saing Pariwisata, Pemerintah Daerah Kab. Bantul Siapkan Strategi Baru di Era Pandemi
JTTC-Sektor pariwisata sejatinya merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara, peningkatan perjalanan wisata, sampai dengan peningkatan indeks daya saing pariwisata Indonesia di ranah global. Pembangunan sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, karena sektor pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di bidang ekonomi yang diharapkan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian negara. Kemudian ketika Pandemi COVID-19 menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, memunculkan dampak yang besar pada industri pariwisata. Kemampuan beradaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik adalah kunci bagi para pemangku kepentingan pariwisata dan industri ekonomi kreatif untuk bertahan di tengah pandemi. Kehadiran pandemi telah mengubah tren pariwisata saat liburan dengan lebih memilih untuk staycation. Dengan melihat fakta di lapangan tersebut mendorong pemerintah Kab. Bantul untuk mempersiapkan strategi baru yang sekiranya dapat membantu mendorong industri pariwisa di Kab. Bantul. Sesuai dengan visi Kabupaten Bantul yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bantul yang harmonis, sejahtera dan berkeadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI yang ber Bhinneka Tunggal Ika”. Dengan visi tersebut kemudian Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan tiga sektor ekonomi strategis yaitu sektor industri termasuk industri kreatif, pertanian dan pariwisata. Salah satu yang menjadi perhatian khusus dari Pemkab. Bantul yaitu adanya kecenderungan perubahan tingkah laku wisatawan di masa pandemi yaitu lebih aware dengan kebersihan dan kesehatan. Hal tersebut mendoorng PemKab. Bantul untuk yaitu mengadakan workshop sosialisasi pentingnya sertifikasi CHSE, yang dilaksanakan di KJ Hotel pada 16 Juni 2022 dengan mengundang Direktur Korporat, Hairullah Gazali sebagai narasumber dalam acara tersebut. Pada materi yang dibawakan Pak Irul terdapat poin-poin penting yang harus diperhatikan bagi pelaku usaha pariwisata di masa seperti sekarang ini. Seperti sertifikasi CHSE menjadi investasi khusus yang dapat dilakukan suatu usaha baik dari menengah sampai ke atas. Hal itu sejalan dengan motivasi pemerintah Kab. Bantul untuk meningkatkan daya saing pariwisata di wilayah Kab. Bantul, yakni dengan investasi yang dilakukan suatu usaha nantinya diharapkan akan mendatangkan kepercayaan konsumen akan kebersihan produk dan lingkungan usaha. Dan akan berdampak pada peningkatan profit daripada usaha tersebut. Mra/Abr
Penumpang Jogja Heritage Track Mencapai 1500 Orang sebagai Wujud Antusiasme Masyarakat Yogyakarta
JTTC-Uji coba Jogja Heritage Track (JHT) Bus yang diluncurkan oleh Dinas Kebudayaan DIY melalui Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis (BPKSF) berhasil menyita perhatian masyarakat Yogyakarta. Hal tersebut terbukti dari dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan lamanya, jumlah penumpang JHT Bus mencapai 1.500 orang. Dalam rangka mengapresiasi antusiasme masyarakat, Dinas Kebudayaan DIY memberikan buket bunga kepada penumpang ke 1.500 sebagai bentuk simbolis yang dilaksanakan di Museum Sonobudoyo pada hari Selasa, 14 Juni 2022. Penumpang bus JHT yang beruntung pada kesempatan kali ini di 1.500 penumpang yaitu berasal dari Kelurahan Gondomanan dan Kelurahan Ngupasan. Pemberian simbolis tersebut diwakilkan oleh Abdi Mantri pada tiap kelurahan. Dian Lakshmi Pratiwi, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, mengatakan bahwa Bus JHT sudah ditunggu-tunggu tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta tetapi juga masyarakat non-Yogyakarta sejak diluncurkan untuk uji coba track yang dimulai sejak bulan Maret 2022. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan antrean untuk mengikuti Uji Coba Bus JHT di akun media sosial resmi BPKSF @sumbufilosofi (Instagram). Ibu Dian Lakshmi juga mengatakan bahwa adanya Sumbu Filsofi di Yogyakarta ini masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, sekalipun masyarakat Jogja. Sehingga dengan kemunculan Bus JHT ini harapannya dapat mengedukasi kepada masyarakat luas tentang Sumbu Filosofi. Terlebih direncanakan sumbu filosofi yang ada di Yogyakarta ini nantinya akan diajukan sebagai warisan dunia. “Bus JHT dari awal peluncuran hingga saat ini sudah banyak mengedukasi masyarakat yaitu dengan berkeliling kawasan Sumbu Filosofi menggunakan bus JHT yang didalamnya terdapat para pemandu yang mendampingi serta memberikan edukasi kepada semua penumpang bus JHT,” urainya. Mra/Abr
Penguatan Materi dengan Kunjungan Lapangan River Moon di Desa Wisata Ponggok
JTTC-Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata sampai pada hari ketiga, dengan beragendakan kunjungan lapangan ke River Moon Desa Wisata Ponggok yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah. Dalam agenda ini diisi dengan kegiatan yang menarik juga informatif untuk memberikan gambaran akan tempat-tempat desa wisata maupun desa wisata yang dinilai dalam pengelolaannya sudah baik dan dapat dijadikan contoh. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2022 yang dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan diawali berkumpul di titik lokasi Hotel Indoluxe Yogyakarta. Serangkaian kegiatan kunjungan peserta Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo ke Desa Wisata Ponggok dengan melakukan kunjungan ke daya tarik wisata River Moon. Pada sesi kunjungan kali ini, merupakan kegiatan sharing antara pengelola desa wisata dan pegiat daya tarik wisata yang ada di River Moon. Kegiatan sharing dengan pengelola Desa Wisata Ponggok yaitu Bapak Yani selaku ketua BumDes. Kegiatan sharing ini meliputi yang berhubungan langsung dengan pengelolaan desa wisata dan daya tarik wisata yang ada di dalamnya. Dimulai dari konsep daya tarik wisata sampai dengan hambatan yang ditemukan dalam mengelola daya tarik wisata tersebut. Harapan dari diadakannya kunjungan lapangan ini adalah untuk mempelajari tata cara pengelolaan desa wisata yang baik dan benar sehingga dapat mencapai mimpi bersama yaitu memiliki desa wisata yang sukses seperti salah satunya yaitu Desa Wisata Ponggok, Klaten. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi admin kami (0812-1501-7910)
Peserta Pelatihan Terjun Lapangan ke Homestay Kaki Langit
JTTC-Hari ketiga Pelatihan Pengelolaan Homestay yang dilaksanakan oleh Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo diisi dengan kegiatan yang menarik juga informatif dengan melakukan kunjungan ke Homestay Kaki Langit. Kunjungan ini dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2022 yang dimulai pada pukul 07.00 WIB. Serangkaian kegiatan kunjungan peserta Pelatihan Pengelolaan Homestay Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo ke Homestay Kaki Langit diantaranya dengan diawali berkumpul di titik lokasi awal yaitu Hotel The Rich, sampai dengan melakukan kunjungan ke daya tarik wisata Hutan Pinus, Mangunan. Pada sesi kunjungan kali ini, merupakan kegiatan sharing antara pengelola homestay dan pegiat daya tarik wisata yang ada di Hutan Pinus Mangunan. Kegiatan sharing dengan pengelola Homestay Kaki Langit yaitu Bapak Ipung dan Bapak Iban. Kegiatan sharing ini meliputi kegiatan operasional yang berhubungan langsung dengan pekerjaan yang digeluti. Dimulai dari konsep sampai dengan hambatan yang ditemukan dalam mengelola daya tarik wisata tersebut. Harapan dari diadakannya kunjungan lapangan ini adalah untuk mempelajari tata cara pengelolaan Homestay yang baik dan benar sehingga dapat mencapai mimpi bersama yaitu memiliki Homestay yang sukses seperti salah satunya yaitu Homestay Kaki Langit. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi admin kami (0812-1501-7910)