JTTC-Pada agenda rutin Gathering Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022 di Graha Cipto Bhakti Husodo turut dilakukan kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perizinan Melalui OSS untuk Anggota HILLSI. Sosialisasi Kebijakan Perizinan Melalui OSS ini dibawakan langsung oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta. Pada sosialisasi ini diberikan pemahaman materi akan pentingnya melakukan perizinan melalui OSS bagi pelaku-pelaku usaha. Selain diberikan materi mengenai kebijakan perizinan melalui OSS, juga dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi yang tentunya juga masih berhubungan erat dengan kebijakan perizinan. Harapannya adalah di tengah perkembangan digital, seluruh perizinan bagi pelaku usaha dipusatkan dengan menggunakan system computer OSS secara nasional, seluruh pelaku usaha memahami alur dan kegunaan mengurus perizinan usaha menggunakan OSS. Baca Juga : JTTC Hadiri Pertemuan Rutin HILLSI Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari tiap masing-masing anggota HILLSI, termasuk salah satunya adalah Jogja Tourism Training Center (JTTC) tersebut berjalan dengan sangat baik, hal itu ditunjukkan dengan antusiasme pelaku dan pengurus usaha untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kebijakan perizinan menggunakan OSS. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama seluruh LPK yang tergabung dalam HILLSI kota Yogyakarta dan juga Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogyakarta.
JTTC Hadiri Pertemuan Rutin HILLSI
JTTC –Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia atau yang biasa disingkat dengan sebutan HILLSI mengadakan pertemuan rutin yang dilakukan setiap 2 bulan sekali. Pada kesempatan kali ini, pertemuan rutin HILLSI membawakan tema Sosialisasi OSS untuk perizinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Pertemuan ini dibuka dengan sambutan yang diberikan oleh perwakilan Cipto Bhakti Husodo (CBH) yang merupakan tuan rumah pada pertemuan rutin HILLSI pada tanggal 20 Juli 2022. Pertemuan ini dilaksanakan di Graha Cipto Bhakti Husodo yang berlokasi di Rejowinangun, Kotagede. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta yang diwakilkan oleh ibu Dra. Erna Nur Setyaningsih yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan. Baca Juga : Tingkatkan Skill dengan Pelatihan Barista Kopi Pada kesempatan kali ini, Jogja Tourism Training Center (JTTC) turut hadir dan memberikan sambutan oleh Direktur Korporat, Hairullah Gazali, S.E., M.B.A selaku ketua HILLSI Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa sebagai LPK harus selalu menjadi yang terdepan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi (digitalisasi). Serangkaian acara berjalan dengan sangat baik dari awal acara kegiatan dimulai sampai acara kegiatan diakhiri dengan makan bersama seluruh anggota HILLSI.
Pelatihan / Bimtek Pariwisata Strategi Pemasaran Digital untuk Destinasi Wisata
JTTC-Indonesia dikenal dengan keberagaman budaya yang dimiliki, juga potensi-potensi lainnya, seperti kuliner, alam, sejarah dan lain sebagainya. Dengan keberagaman tersebut, tak salah untuk pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai program pembangunan prioritas yang terus digalakkan. Diketahui bersama bahwa sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir mampu memberikan sumbangsihnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, sektor pariwisata menjadi sektor yang berhasil dalam mengurangi angka pengangguran yaitu dengan cara membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar daya tarik wisata. Sementara itu, pada era globalisasi seperti sekarang ini membuat perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi semakin meningkat seiring berkembangnya zaman. Pada fenomena ini, tidak dapat dipungkiri memberikan dampak positif maupun negatif. Serta harus diakui bahwa kemunculan internet sekaligus digitalisasi telah membawa banyak dampak positif juga pada segala sisi kehidupan, khususnya sektor pariwisata. Baca Juga : Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Kehadiran internet dan digitalisasi memberikan sumbangsih yang luar biasa untuk penghematan biaya operasional dan penggunaan waktu. Dengan begitu, diperlukan perencanaan Teknik pemasaran yang baik, tepat dan matang yang berkaitan dengan digitalisasi. Sebab digitalisasi akan sangat berguna untuk kegiatan pemasaran digital jika dimanfaatkan dengan baik dan terstruktur. Akan tetapi banyak aktor-aktor daya tarik wisata yang belum dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dan internet dari segi pemasaran digital destinasi wisata. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang mampu memberikan gambaran strategi yang dapat diambil dalam pemanfaatan digitalisasi untuk prospek destinasi wisata yang lebih baik. Jadwal Pelatihan / Bimtek Pariwisata Strategi Pemasaran Digital untuk Destinasi Wisata Angkatan 1, 27-28 Januari 2022Angkatan 2, 8-9 Februari 2022Angkatan 3, 23-24 Maret 2022Angkatan 4, 27-28 April 2022Angkatan 5, 25-26 Mei 2022Angkatan 6, 28-29 Juni 2022Angkatan 7, 27-28 Juli 2022Angkatan 8, 18-19 Agustus 2022Angkatan 9, 28-29 September 2022Angkatan 10, 26-27 Oktober 2022Angkatan 11, 16-17 November 2022Angkatan 12, 28-29 Desember 2022 Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimtek Pariwisata Strategi Pemasaran Digital untuk Destinasi Wisata dapat menghubungi Admin kami di 081215017910
Pelatihan Kebersihan Lingkungan Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata
JTTC- Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama Jogja Tourism Training Center (JTTC) memberikan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata atau BIMTEK Pariwisata, pada hari Selasa hingga Kamis (12-15/07/2022) di Hotel Aveta Malioboro. Dalam kegiatan pelatihan pariwisata atau Bimtek Pariwisata ini mengusung dua metode pelajaran, yakni metode pembelajaran kelas dan kunjungan. Dalam kesempatan ini juga dilakukan kunjungan lapangan ke daya tarik wisata Tebing Breksi untuk melihat secara langsung dan belajar bagaimana caranya melakukan kebersihan lingkungan, pengelolaan sanitasi dan pengelolaan sampah sesuai dengan standar yang telah ditentukan di Daya Tarik Wisata tersebut. Selama kegiatan, para pengelola destinasi wisata ini mendapatkan materi pengelolaan kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan di destinasi pariwisata masa pandemi Covid-19 oleh narasumber yang berasal dari akademisi juga praktisi di bidang Pariwisata. JTTC bukan hanya kali ini telah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, beberapa kegiatan sebelumnya telah terjalin kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. Pada kali ini, JTTC mendapatkan kesempatan kembali untuk bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengelola dan menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas untuk pengembangan SDM di bidang Pariwisata. Untuk informasi mengenai Pelatihan atau BIMTEK Pariwisata dapat menghubungi admin kami di 081215017910
Pelatihan Pengelolaan Homestay
pelatihan pariwisata – Homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi pariwisata yang berperan cukup penting dalam upaya pengembangan pariwisata di desa wisata. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat yang ada di sekitarnya. Merespon hal tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo memberikan perhatian khusus untuk mendorong pengusaha homestay/pondok wisata untuk mengembangkan potensinya agar menjadi amenitas yang mendukung dalam kegiatan pariwisata. Menurut Kepmenparekraf No 9 Tahun 2014 mendefinisikan homestay sebagai usaha bidang akomodasi. Homestay/pondok wisata adalah rumah tinggal milik pribadi yang sebagian disewakan sebagai tempat penginapan bagi wisatawan dengan pembayaran harian, pemilik dan wisatawan tinggal bersama. Pengelolaan homestay ini diperlukan untuk memenuhi serta meningkatkan lama tinggal wisatawan atau length of stay (LoS), juga meningkatkan kepuasan wisatawan dalam menikmati daya tarik wisata di desa wisata. Namun, permasalahannya saat ini yaitu banyak dari pengelola homestay/pondok wisata belum memahami pengelolaan homestay secara baik dan benar. Misalnya dalam hal promosi, manajerial maupun pemeliharaan serta perawatan homestay. Hal-hal itu, masih banyak diabaikan oleh para pengelola homestay/pondok wisata. Bahkan, di beberapa Kawasan wisata belum ada fasilitas homestay/pondok wisata. Padahal, homestay/pondok wisata saat ini menjadi salah satu amenitas yang penting dalam mendukung pariwisata nasional. Hal itu tentu harus diperhatikan apabila homestay/pondok wisata ingin berkembang. Melihat hal tersebut, penting untuk dilakukan pelatihan pengelolaan Homestay. Sebab dengan mengikuti pelatihan pengelolaan Homestay, dapat memberikan gambaran pengelolaan yang baik dan tepat sesuai. Selain itu pelatihan pengelolaan Homestay juga tetap didasari dengan keunikan tersendiri dibandingkan dengan hotel atau penginapan konvensional. Melalui pelatihan pengelolaan homestay/pondok wisata menjadi salah satu bentuk usaha mengelola pariwisata yang diharapkan akan mendatangkan keuntungan secara finansial kepada pemiliknya dan usaha yang ada disekitarnya sehingga harus tetap dijalankan secara profesional sesuai dengan standar pelayanan pariwisata terlebih dalam mengedepankan prinsip CHSE. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan Pengelolaan Homestay atau BimTek Pariwisata dan Pengelolaan Homestay dapat menghubungi Admin kami di 081215017910
Pelatihan Karyawan Restoran
JTTC–Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan adalah suatu kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan. Salah satu pelayanan tersebut adalah dengan menghidangkan menu yang lezat dan higienis sangatlah penting bagi sebuah restoran. Namun, kesalahan yang sering dilakukan bagi restoran adalah tidak memperhatikan pentingnya proses karyawan dalam mengelola, menyiapkan, dan menyajikan makanan juga harus diperhatikan dan dijadikan sebuah prioritas. Perusahaan memang dituntut untuk mencari cara meningkatkan produktivitas bagi karyawannya, terlebih saat leader atau pemilik restoran sedang tidak ada di restoran. Salah satu cara meningkatkan kinerja kerja yang bisa dilakukan bagi karyawan restoran adalah dengan memberikan program Pelatihanatau Bimbingan Teknis (BimTek) untuk karyawan restoran. Beberapa contoh pelatihan karyawan restoran yang dapat diberikan diantaranya adalah pelatihan service excellence atau pelayanan prima. service excellent ini yaitu memberikan pelayanan yang melebihi ekspektasi dari seorang klien, dengan memberi perhatian kepada waktu, ketepatan, keamanan, kenyamanan, kuantitas, kualitas, biaya, proses & kepuasan. Manfaat pelatihan karyawan service excellent bagi karyawan diantaranya, karyawan akan mengetahui bagaimana cara memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan agar pelanggan merasa puas dan menjadikan pelanggan sebagai pelanggan loyal yang akan senantiasa ingat dan kembali lagi ke restoran tersebut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimbingan Teknis (BimTek) Restoran dapat menghubungi Admin Kami 0812-1501-7910
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata
JTTC-Seperti yang kita ketahui bersama bahwa terdapat perubahan trend pembangunan pariwisata yang saat ini lebih memihak kepada masyarakat. Konsep Community Based Tourism (CBT) merupakan salah satu model pembangunan pariwisata yang memihak kepada masyarakat. Konsep CBT ini lebih menonjolkan keikutsertaan aktif masyarakat lokal untuk berperan sebagai pelaku utama, pembuat kebijakan dan penerima manfaat pembangunan pariwisata. Selain itu, dalam konsep CBT, peluang pemberdayaan masyarakat dapat menjadikan masyarakat sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri. Salah satu model pembangunan pariwisata yang mengkolaborasi fungsi pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku adalah pengembangan desa wisata. Pengembangan desa wisata mendorong berbagai upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi keunikan berupa budaya lokal dan kearifan lokal. Melihat perubahan pola pembangunan pariwisata tersebut mendorong Dinas Pariwisata Kab. Jepara bersama Jogja Tourism Training Center (JTTC) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 28-30 Juni 2022 dengan 1 hari visitasi bertempat di Hotel Plum Beach, Jepara. Harapannya setelah pelatihan ini selesai dilaksanakan adalah menumbuhkan minat serta kesadaran masyarakat Jepara khususnya para pegiat Daya Tarik Wisata di Kab. Kulon Progo untuk ikut serta dalam peningkatan pembangunan pariwisata di Jepara pada sektor Desa Wisata dan pariwisata
Belajar Fotografi sekaligus Visitasi ke Pantai Mesra, Gunungkidul
JTTC–Pelatihan Digitalisasi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo bekerjasama Jogja Tourism Training Center (JTTC) terus berlanjut. Pelatihan ini dilakukan selama 4 hari, dengan 3 hari dilaksanakan menggunakan metode materi kelas diselenggarakan di KJ Hotel, sementara 1 hari merupakan kunjungan (visitasi) ke Pantai Mesra, Gunungkidul. Pelatihan Digitalisasi dilaksanakan pada tanggal 27 – 30 Juni 2022. Pada materi kelas mengundang narasumber berkompeten yang berasal dari praktisi sekaligus akademisi untuk membawakan materi yang berkaitan digitalisasi. Kita ketahui bersama pada saat sekarang ini terjadi perkembangan zaman yang selalu membutuhkan teknologi, oleh karenanya diperlukan pembelajaran dan bimbingan kepada siapapun untuk mampu menghadapi kondisi tersebut. Terlebih pada sektor daya tarik wisata (DTW), pegiat pariwisata dituntut untuk dapat selalu update akan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi dalam upaya peningkatan kualitas melayani wisatawan baik masyarakat lokal maupun mancanegara. Salah satu yang menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kulon Progo dan JTTC adalah peran fotografi dalam Teknik pemasaran DTW. Saat ini pemasaran dapat dilakukan tidak hanya secara offline saja namun dapat memanfaatkan era yang serba digital seperti saat ini dengan memasarkan DTW ke media-media sosial yang sedang happening saat ini. Peran fotografi sangatlah besar, seseorang akan langsung melihat gambaran akan DTW yang ingin dikunjungi, apabila fotografi yang dimiliki DTW tersebut memiliki nilai yang kurang apik. Dikhawatirkan wisatawan akan mengurungkan niat untuk berkunjung. Oleh sebab itu, demi memenuhi standarisasi pegiat wisata yang baik, JTTC mengadakan visitasi ke Pantai Mesra, Gunungkidul untuk melakukan pelatihan fotografi dengan fotografer ataupun orang-orang lokal di pantai Mesra, Gunungkidul yang berkompeten di bidang Teknik pemasaran DTW memanfaatkan era digital seperti sekarang ini. Harapannya dari selesai dilaksanakannya pelatihan ini adalah, peserta dapat mengambil pelajaran dari tiap materi yang diberikan untuk kepentingan meningkatkan daya tarik wisata Kulon Progo.
JTTC Pada Peresmian IHSA
JTTC–Perkembangan pariwisata tentunya akan terus berlangsung seiring bertambahnya zaman. Hal itu memberikan dampak pada kebutuhan akomodasi di bidang pariwisata yang kian bertambah. Dalam melihat kondisi tersebut, mendorong sekelompok pegiat pariwisata khususnya pemilik akomodasi penginapan membentuk suatu asosiasi yang bernama Indonesia Homestay Asosiasi (IHSA). IHSA sendiri merupakan asosiasi yang beranggotakan bagi seseorang yang memiliki usaha homestay ataupun guest house yang tersebar di seluruh Indonesia. Pada tanggal 30 Juni merupakan hari yang bersejarah bagi asosiasi tersebut, sebab merupakan RAPIMNAS pertama sekaligus peresmiann asosiasi itu sendiri. Pada kegiatan tersebut, Jogja Tourism Training Center (JTTC) turut ambil bagian menyaksikan peristiwa bersejarah bagi para anggotanya. Dalam hal ini, JTTC mendapakatkan kesempatan untuk diundang sebagai tamu khusus pada kegiatan tersebut. Harapannya setelah ini akan ada bentuk-bentuk kerjasama yang akan terjalin antara JTTC dengan IHSA DPC DIY. Kegiatan ini dihadiri tidak hanya pihak JTTC saja, namun terdapat tamu-tamu khusus VIP lainnya yang turut hadir. Tamu-tamu penting tersebut seperti Kemenparekraf, Gubernur DIY yang diwakilkan, Kepala Dinas Pariwisata Bantul DIY dan tamu-tamu vip lainnya. Untuk merayakan peresmian ini, IHSA juga turut menyelenggarakan Seminar Nasional yang dapat diikuti seluruh anggota IHSA yang tersebar di seluruh Indonesia, dari mulai Sabang sampai dengan Sorong, Papua. Seminar Nasional ini berjudul “Homestay” bertempatan di Homestay Tembi, Bantul. Selain itu juga terdapat visitasi ke Desa Wisata Ngelanggeran yang merupakan Desa Wisata terbaik di dunia versi UNWTO.
Praktik Event Lomba Mewarnai bagian dari Pelatihan Event Organizer
JTTC–Salah satu kegiatan yang dilakukan pada pelatihan event organizer yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta bersama dengan Jogja Tourism Training Center (JTTC) adalah praktik menyelenggarakan suatu event. Pada tanggal 28 Juni 2022 merupakan hari dimana salah satu kelompok peserta melaksanakan suatu event yaitu Lomba Mewarnai Anak. Pada kegiatan tersebut menggandeng JTTC sebagai sponsor utama bersama dengan Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Yogyakarta. Selain itu juga terdapat sponsor lainnya yakni Yunaco Group, Smartfren dan Kino Larutan Anak Cap Kaki Tiga. Serangkaian acara pada kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik, dimulai dengan sambutan yang diberikan dari Disnaker dan JTTC, kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai bagi anak paud dan TK. Keseruan pada kegiatan tersebut dengan menghadirkan badut yang menghibur anak-anak serta pengunjung lainnya. Tak ketertinggalan juga terdapat games-games kecil pada kegiatan tersebut yang semakin menambah keseruan kegiatan Lomba Mewarnai Anak yang dilaksanakan di Junior Ballroom, Gedung JTTC. Kegiatan praktik event ini merupakan fasilitas yang diberikan JTTC dan Disnaker untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihann serta sebagai ajang pengaplikasian materi yang sebelumnya telah diberikan pada sesi kelas di minggu-minggu pertama.