JTTC-Pelatihan Barista yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta bersama Jogja Tourism Training Center (JTTC) memasuki sesi pelatihan hari ke tiga. Pada pelatihan kali ini membawakan topik “Manajemen Keuangan dan Pembiayaan” dengan narasumber Ibu Roswita, S.E. Pada sesi pelatihan ini narasumber yang merupakan akademisi sekaligus praktisi memberikan materi berupa Planning (Perencanaan), Organizing (Pengelolaan), Controlling (Pengendalian) dan Monitoring (Pengawasan). Materi-mteri tersebut diberikan secara mendetail kepada para peserta pelatihan barista yang telah melewati seleksi dari JTTC dan Disnaker Kota Yogyakarta. Pelatihan dengan topik tersebut penting untuk dilakukan sebab untuk memulai suatu usaha, diperlukan perencanaan yang matang tidak hanya di bidang konsep usaha, namun juga perencanaan keuangan yang harus diperhatikan demi kelangsungan usaha tersebut nantinya. Dengan diberikannya pelatihan “Manajemen Keuangan dan Pembiayaan” para peserta pelatihan memiliki gambaran umum dan khusus mengenai pengelolaan keuangan yang harus diperhatikan.
Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata “Pengaturan Pengunjung”
JTTC-Salah satu program yang dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi desa adalah desa sebagai daya tarik wisata. Tittle daya tarik wisata dapat diberikan untuk suatu desa apabila desa tersebut memiliki daya Tarik dan karakteristik yang berbeda dari desa yang lain. Perbedaan tersebut dapat dalam bentuk sumber daya alam maupun karya seni dan budaya, bahkan hingga kegiatan sosial masyarakat di dalamnya. Daya tarik dan karakteristik tersebut dikelola untuk melengkapi fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pariwisata di desa tersebut. Dengan begitu suatu desa dicanangkan sebagai desa wisata memiliki peluang dan daya jual terhadap wisatawan untuk menikmati daya tarik wisata yang ada, memperoleh pengalaman, berbagi ilmu pengetahuan, dan mendapatkan kenangan yang mengesankan. Hal itulah yang mendorong Jogja Tourism Training Center (JTTC) untuk melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata dengan tema Pengaturan Pengunjung yang bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Sragen. Dalam pelatihan ini lebih berfokus pada visitor management. Vistor management penting untuk diperhatikan, sebab merupakan suatu Tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengelola pengunjung sehingga dapat meminimalisir adanya dampak negative yang bisa terjadi. Visitor management dapat menghindari dari suatu kemacetan yang dapat ditimbulkan dari suatu kegiatan yang ada di desa wisata. Serta visitor management dapat menjadi awalan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.
Hospitality Industry Barista
JTTC-Hospitality Industri merupakan materi pengantar setelah dibukanya Pelatihan Barista Jogja Tourism Tarining Center (JTTC) bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Pariwisata Kota Yogyakarta. Secara umum, materi ini merupakan seluruh perwujudan dari jenis usaha yang berhubungan dan sangat tergantung pada pelayanan terhadap tamu. Sehingga hampir semua usaha berkaitan dengan bisnis ini, termasuk barista. Pada sesi materi ini, peserta diberi pelatihan mengenai ruang lingkup, tantangan, dan karakteristik dalam hospitality industry. Terdapat 7 karakteristik, yaitu tangible, intangible, immovanility, simultaneity, heterogeneity, perishability, dan inseparability dalam bisnis ini. Peserta juga dijelaskan perihal kompetensi sumber daya manusia (SDM). Kompetenis ini menyangkut hal displin dan motivasi kerja. Dengan disiplin dan motivasi kerja yang tinggi, bisnis ini akan berjalan dengan maksimal. Hal ini dikarenakan bisnis ini memang berhubungan dengan jasa pelayanan. Pelatihan ini sendiri dilaksanakan Pada hari Kamis, 19 Mei 2022, di Junior Ballroom Kota Kotabaru Gedung Korporat. Terdapat 21 peserta terpilih dari Dinakertrans Kota Yogyakarta yang mengikuti pelatihan.
Pelatihan Pengembangan dan Pengelolaan Produk Pariwisata Berbasis Masyarakat
JTTC-Pariwisata dengan basis masyarakat merupakan suatu pengembangan pariwisata dengan melibatkan masyarakat setempat lebih banyak dan intens dan dapat dipertanggungjawabkan dari aspek social dan lingkungan hidup. Pariwisata berbasis masyarakat menjadi salah satu jenis daya Tarik wisata yang melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi sebagai unsur utama dalam pariwisata guna mencapai tujuan utama dilaksanakannya pariwisata ini yaitu pembangunan yang berkelanjutan (suistanable development). Adanya partisipasi dari masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kedudukan yang sama dalam menyuarakan harapan, keinginan dan kekhawatirannya dari pembangunan pariwisata. Kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat dapat dijadikan masukan yang membangun untuk perencanaan pembangunan pariwisata selanjutnya. Selain itu juga, adanya partisipasi dari masyarakat dapat memberikan keuntungan finansial daripada daya tarik wisata tersebut dan sektor-sektor lainnya yang berkaitan. Dalam pembangunan dan pengembangan produk wisata berbasis masyarakat mampu menciptakan peluang pekerjaan, kesempatan berusaha dan mendapatkan pelatihan serta pendidikan bagi masyarakat agar mengetahui manfaat pariwisata.
Pelatihan Bina Pelaku MICE Venue Management JTTC bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang
JTTC-Rabu-Kamis, 18-19 Mei 2022, Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia (LSPP JDI) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar Pelatihan Bina Pelaku Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) Venue Management. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Peserta yang sudah mendaftarkan diri kemudian dipersilakan untuk coffee break time. Setelah itu, peserta diminta untuk mengerjakan pre test dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mengenai materi yang akan diberikan. Rabu-Kamis, 18-19 Mei 2022, Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Jana Dharma Indonesia (LSPP JDI) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menggelar Pelatihan Bina Pelaku Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) Venue Management. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta. Peserta yang sudah mendaftarkan diri kemudian dipersilakan untuk coffee break time. Setelah itu, peserta diminta untuk mengerjakan pre test dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mengenai materi yang akan diberikan. Materi yang diberikan juga sesuai dengan standar penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut bisa kita lihat dalam memilih tempat dan lokasi kegiatan. Lokasi/venue yang kita pilih selain disesuaikan dengan konsep acara, juga didasarkan pada standar adaptasi baru atau standar protokol kesehatan penanganan Covid-19. Pun diajarkan tentang pengurusan izin acara kepada satuan tugas percepatan penanganan Covid-19. Materi praktik tentang venue pun diberikan. Materi tersebut diantaranya adalah membuat layout dengan bermacam-macam bentuk, seperti u-shape, round table style, boardroom style, classroom style, dan teater style. Juga materi layout tentang floor plan, panggung utama, rest room, dan lounge area. Tak lupa setelah selesai tiap materi, peserta diminta untuk mengerjakan quiz. Quiz ini merupakan post test guna mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai materi yang diberikan setelah pelatihan. Juga ada penyampaian gambaran dan tutorial serta general session sertifikasi kompetensi oleh LSPP JDI setelah selesai pelatihan pada hari pertama. Pada pelatihan hari kedua, peserta melaksanakan uji kompetensi. Uji kompetensi tersebut didasarkan pada pelatihan sebelumnya, baik teori maupun praktik. Uji kompetensi tersebut digunakan dalam proses sertifikasi profesi.
Penyelenggaraan Pelatihan MICE : Penanganan Perizinan Kegiatan dan Keramaian untuk Tenaga Pengajar Universitas Terbuka Jakarta
JTTC-Pelatihan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak akan jauh dari pelatihan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) bagi seseorang yang bekerja di dunia bisnis. Pelatihan MICE akan sangat bermanfaat, terlebih seiring berjalannya waktu, perkembangan industri khususnya MICE, kebutuhan SDM yang berkompeten di bidang tersebut juga semakin tinggi. Jogja Tourism Training Center (JTTC) menyelenggarakan pelatihan MICE dengan topik Penanganan Perizinan Kegiatan dan Keramaian. Pelatihan ini merupakan bagian dari serangkaian pelatihan MICE yang sebelumnya sudah dijalankan. Diharapkan setelah diadakannya pelatihan ini, peserta pelatihan yang merupakan tenaga pengajar Universitas Terbuka Jakarta dapat lebih mengoptimalkan skill dan pengetahuan yang dimiliki dan sekaligus Kab. Sragen dapat memiliki Sumber Daya Manusia yang handal di bidang tersebut sehingga mampu memahami materi secara mendalam. Serta di masa yang akan datang Universitas Terbuka Jakarta memiliki kompetensi SDM yang handal di bidang MICE, dapat menjadi perguruan tinggi utama yang dituju sebagai perguruan tinggi yang memiliki tenaga pengajar yang memahami secara materi dan praktik mengenai kegiatan atau aktivitas MICE. Dalam pelatihan MICE ini menerangkan materi mengenai tata cara perizinan dari sebuah acara yang berkaitan dengan MICE dimulai dari perizinan kegiatan sampai dengan keramaian yang melibatkan pemerintahan, lembaga-lembaga, maupun masyarakat terkait. Narasumber yang dihadirkan pada pelatihan ini merupakan narasumber yang berasal dari akademis dan praktisi. Sehingga dalam pemaparan materi dapat berasal dari dua arah yang berbeda dan dapat langsung diaplikasikan secara langsung. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Wisata MICE Sebagai Jawaban dari Kerisauan di Tengah Pandemi dan Globalisasi
JTTC-Globalisasi akan terus berjalan dengan ditandai makin tingginya tingkat kemajuanteknologi dan tentunya akan selalu ada persaingan antar negara. Perekonomian di Indonesiasampai dengan saat ini belum sepenuhnya pulih dari sebelum terjadi nya pandemi global yangmenerjang seluruh negara di dunia. Dengan keadaan tersebut mengharuskan pemerintah dan masyarakat untuk dapat memutar otakdalam mencari sumber pendapatan yang lain. Saat ini pariwisata sedang berusaha untuk bergeraknaik kembali, dengan Indonesia yang memiliki potensi dan kelebihan kompetitif dibandingkandengan negara lain dalam bidang pariwisata. Sektor pariwisata merupakan komoditas andalanbagi Indonesia, karena keberagaman daya tarik wisata terdapat di dalamnya. Namun selama ini, yang selalu menjadi focus utama kepariwisataan di Indonesia adalahbagaimana cara mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin. Wisatawan yang dimaksud padakenyataannya lebih banyak wisatawan individu yang secara perorangan hanya menambah devisarelatif tidak terlalu besar, sehingga bila kita berharap devisa bertambah dari kedatangan mereka,maka kita harus mampu mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan. Cara yang dapatmendatangkan devisa lebih banyak sekaligus mempromosikan produk-produk Indonesia danpotensi lainnya, adalah melalui kegiatan Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE). Bentuk wisata MICE ini di Indonesia memiliki prospek cerah. Pada beberapa kota besar diIndonesia telah memiliki fasilitas yang dibutuhkan, seperti: Convention Center, ExhibitionCenter, Hotel, Pusat Belanja dan tempat tujuan wisata.
Pelatihan Venue Management dalam Memilih Tempat dan Lokasi Kegiatan bagi Tenaga Pengajar Universitas Terbuka Jakarta
JTTC-Jogja Tourism Training Center (JTTC) merupakan lembaga pelatihan yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena perhatiannya dalam menciptakan SDM yang berkompeten di Indonesia. Salah satu bentuk perhatian yang dilakukan oleh JTTC adalah menyelenggarakan pelatihan venue management dengan topik Memilih Tempat dan Lokasi Kegiatan. Pelatihan ini ditujukan untuk tenaga pengajar yang tergabung di dalam Universitas Terbuka Jakarta. Pelatihan venue management penting dilakukan sebab Indonesia dianggap sebagai destinasi yang sudah mulai diperhitungkan oleh pasar wisata MICE sebagai tujuan yang menarik. Sejumlah destinasi wisata alam dan bahari yang dimiliki merupakan modal utama yang bisa menjadikan Indonesia sebagai surga bagi wisata MICE dunia. Bisnis MICE akan sangat berpotensial bila dikembangkan di Indonesia karena memberikan kontribusi yang semakin besar untuk menjaring pertambahan jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun non lokal. Dengan alasan tersebutlah yang mendorong tenaga pengajar Universitas Terbuka Jakarta untuk mendapatkan pelatihan Venue Management untuk kepentingan pemahaman secara teoritik dan praktik yang nantinya akan dikenalkan kepada mahasiswa Universitas Terbuka Jakarta. Dengan pembekalan ilmu tersebut, harapannya Universitas Terbuka Jakarta akan mencetak generasi-generasi yang memiliki pengetahuan dan skill yang baik, sehingga dapat bersaing dengan lulusan lain dari universitas yang berbeda. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pembukaan Pelatihan Barista Bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta
JTTC-Kerjasama Jogja Tourism Training Center (JTTC) Bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta terus berlanjut. Tema pelatihan barista dipilih oleh keduanya untuk melanjutkan pelatihan-pelatihan pengembangan SDM sebelumnya yang telah dilaksanakan. Serangkaian acara pelatihan barista yang dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2022 ini dimulai dengan sambutan acara oleh Direktur korporat Bapak Hairullah Gazali. Kemudian, pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta yang diwakilkan oleh Ibu Erna Nur Setyaningsih selaku Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam sambutannya, Ibu Erna Nur Setyaningsih mengatakan bahwa dengan dihadapkannya pada situasi pandemi di tahun ketiga, diperlukan usaha dan inovasi yang dikerahkan untuk menggeliatkan kembali perekonomian di Indonesia. Dengan memanfaatkan segala fasilitas yang dimiliki seperti rumah, kendaraan dan sebagainya untuk menunjang kegiatan perekonomian. Kegiatan yang dapat menghasilkan uang dapat berasal dari sebuah hobi yang dilakukan. Salah satu hobi yang saat ini sedang digandrungi tidak hanya pada kalangan muda namun juga kalangan tua adalah menikmati kopi. Menikmati kopi dapat disebut juga sebagai sebuah hobi, sebab terdapat kecenderungan oleh orang-orang tersebut untuk menjelajahi kopi-kopi yang ada di berbagai tempat. Adanya hobi yang saat ini sedang digandrungi oleh segala lapisan masyarakat dapat dijadikan semangat inovasi baru untuk menghasilkan uang. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuka kedai kopi dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki, dimulai dari memanfaatkan fasilitas rumah, ataupun kendaraan. Semua itu dapat dilakukan selama seseorang memiliki inovasi dan tekad yang kuat. Melihat fakta lapangan tersebut, menuntun JTTC dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta untuk melaksanakan pelatihan barista bagi masyarakat yang memiliki kartu identitas (KTP) Kota Yogyakarta. Dengan diadakannya pelatihan ini, harapan dari JTTC dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta yaitu membuka kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha kecil mereka dengan skill baru yang dimiliki.
Pelatihan Pengelolaan Zonasi, Penghitungan Carrying Capacity, dan Pengaturan Pengunjung Desa Wisata Kabupaten Sragen
JTTC-Melanjutkan Pelatihan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Jogja Tourism Training Center (JTTC) bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sragen, yaitu tentang Kebijakan Pembangunan dan Pengelolaan pada masa Penanganan Covid 19, materi selanjutnya kembali diberikan. Materi pelatihan yang ketiga tersebut adalah tentang Pengaturan Zonasi Wisata dan Penghitungan Carrying Capacity. Materi tersebut meliputi pengertian zonasi, tujuan zonasi, fungsi zonasi, manfaat zonasi, prinsip dasar zonasi, yang perlu diperhatikan dalam membuat zonasi, variasi zonasi, format zonasi, dan pembagian zonasi. Materi tersebut juga berisi tentang daya dukung (carrying capacity), tourism carrying capacity, pendekatan carrying capacity, metode perhitungan,dan physical carrying capacity (PCC). Kumedian, materi pelatihan yang terakhir adalah tentang Pengaturan Pengunjung. Materi tersebut meliputi pengaturan pengunjung, keuntungan ekonomi, keuntungan untuk lingkungan, keuntungan untuk socio-culture, fokus pengelolaan pengunjung, dan manajemen pengunjung, baik itu hard management maupun soft management. Pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman, baik secara teori maupun praktik kepada pengelola desa wisata di Kabupaten Sragen. Dengan pemahaman yang baik, maka pengelolaan desa wisata tersebut juga akan baik. Sehingga, pengelolaan tersebut memberi dampak yang positif di semua aspek bagi masyarakat.