JTTC– MICE merupakan salah satu jenis wisata yang mampu mendatangkan banyak massa dan memberikan pengalaman kepada wisatawan. Saat ini di Indonesia dikenal sebagai destinasi Meeting Incentive Convention And Exhibition (MICE) yang mulai diperhitungkan. Beberapa event internasional yang dihelat menjadi bukti bahwa negara ini mampu bersaing dengan negara lain. pelatihan mice Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yaitu merupakan sarana atau pintu masuk untuk memperkenalkan pariwisata. Saat ini pelaku wisata mulai mengembangkan daya tarik wisata nya untuk menjadikan sebagai destinasi unggulan yang nantinya bisa digunakan atau di selenggarakan nya event MICE. Kegiatan MICE merupakan pertemuan antar anggota maupun kelompok yang mewakili suatu organisasi maupun suatu negara. Peningkatan jumlah kunjungan parwisata dunia, juga meningkat penyelenggaraan MICE menjadi trend dunia. Baca Juga : Pelatihan Barista Jogja Destinasi MICE adalah formasi antara leisure & Business dipercaya tahan akan krisis ekonomi dibandingkan pariwisata konvensional, Selain itu MICE event dapat memberikan dampak dalam perekonomian nasional, dan penyelenggaraan MICE pun bisa mendongkrak popularitas wisata wilayah yg dijadikan tuan tempat tinggal event MICE yg biasa berskala internasional. Dalam industri Meeting Incentive Convention And Exhibition (MICE) sumber daya manusia memegang peranan penting sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas. Meeting Incentive Convention And Exhibition (MICE) sendiri dapat dijadikan kekuatan daerah untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Melihat hal tersebut, guna mendukung peningkatan kualitas SDM dalam layanan Meeting Incentive Convention And Exhibition (MICE) telah disusun Pelatihan Penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Conferention and Exhibition) selama 2 hari dengan ruang lingkup materi meliputi: Introduction: Starting MICE Program, Budgeting Plan, Site Event Management Service, Develop Meeting, Incentive, Convention and Exhibition Program, Promote Exhibition Program, Evaluate MICE Event serta visitasi dan pembelajaran lapangan. Kamimenyediakan jasa untuk penyelenggaraan MICE baik berskala nasional maupun global. Klien tidak perlu khawatir akan rencana acara yang belum matang, sebab kami akan membersamai klien dimulai dari sesi perencanaan sampai dengan acara MICE selesai diselenggarakan dengan baik. Selain itu kami juga menyediakan Pelatihan MICE beserta dengan Uji Kompetensi yang dapat diambil dalam satu paket. Kami bekerjasama dengan LSP Indonesia dan BNSP dalam memberikan pelayanan terbaik Uji Kompetensi MICE bagi siapa saja. Untuk informasi mengenai Event MICE dan Pelatihan MICE beserta Uji Kompetensi dapat menghubungi kami (0812-1501-7910) Jadwal Pelatihan MICE Angkatan 1, 9-10 Januari 2022Angkatan 2, 13-14 Februari 2022Angkatan 3, 12-13 Maret 2022Angkatan 4, 16-17 April 2022Angkatan 5, 19-20 Mei 2022Angkatan 6, 18-19 Juni 2022Angkatan 7, 9-10 Juli 2022Angkatan 8, 13-14 Agustus 2022Angkatan 9, 17-18 September 2022Angkatan 10, 22-23 Oktober 2022Angkatan 11, 26-27 November 2022Angkatan 12, 2-3 Desember 2022
Desa Wisata Sebagai Solusi dari Pulihkan Pariwisata di Indonesia
JTTC– Pengembangan desa wisata dianggap sebagai salah satu langkah nyata dalam pemulihan ekonomi negara. Melalui Desa wisata, penyaluran bantuan dapat ditargetkan tepat sasaran dengan manfaat yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM (UMKM) yang terdampak Pandemi Covid-19. Desa wisata menjadi salah satu cara untuk memulihkan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri pariwisata. Desa wisata tersebut diciptakan guna menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia dan berdaya asing di tengah pandemi seperti sekarang ini. Baca Juga : Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Desa Wisata Selain itu, Desa wisata juga mampu mendorong pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta sebagai ajang promosi potensi desa wisata kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Diciptakannya desa wisata diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif untuk dapat menjadikan desa wisata mampu berkembang dalam menopang perekonomian bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak Covid-19 yang dirasakan secara dampak ekonominya, maupun dampak sosial, dan kesejahteraan masyarakat desa. Upaya pengembangan desa wisata berfokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yang mana dalam hal ini berfokus pada tiga aspek: berkelanjutan, sosial lingkungan dan ekonomi. Terlebih pada saat ini tren pariwisata masyarakat berubah dengan lebih menyukai wisata alam. Desa wisata memiliki prospek yang bagus dan terpenting adalah pemberdayaan tenaga lokal sebagai penggeraknya. Mra/Abr
Bimtek Pariwisata Bersertifikat
JTTC-Bimtek dan Diklat Pariwisata Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pengertian Kepariwisataan. Wisata, dapat diartikan suatu perjalanan orang ke suatu tujuan yang dilakukan seorang atau berkelompok. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan pariwisata didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. merupakan suatu kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata. Baca Juga : Pelatihan Travel Consultant Untuk mendukung peningkatan kepariwisataan, diperlukan peningkatan kualitas SDM dan fasilitas Pariwisata atau daya tarik wisata suatu tempat. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan atau Bimbingan Teknis atau Diklat Pariwisata yang mampu menunjang peningkatan kualitas SDM dan fasilitas Kepariwisataan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimbingan Teknis (BimTek) Pariwisata Bersertifikat dapat menghubungi Admin Kami 0812-1501-7910 Jadwal Bimtek Pariwisata Bersertifikat Angkatan 1, 11-12 Januari 2022Angkatan 2, 8-9 Februari 2022Angkatan 3, 15-16 Maret 2022Angkatan 4, 12-13 April 2022Angkatan 5, 10-11 Mei 2022Angkatan 6, 14-15 Juni 2022Angkatan 7, 12-13 Juli 2022Angkatan 8, 9-10 Agustus 2022Angkatan 9, 13-14 September 2022Angkatan 10, 11-12 Oktober 2022Angkatan 11, 8-9 November 2022Angkatan 12, 13-14 Desember 2022
Pelatihan Komunikasi Korporat
JTTC- Corporate Event Management merupakan suatu acara yang ada baiknya untuk diadakan, sebab nantinya akan berguna untuk keperluan korporat atau perusahaan, termasuk institusi, dan lain sebagainya. Namun mengelola corporate event akan jauh berbeda dengan mengelola event lainnya. Corporate Event Management penuh tantangan dan memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Ada beberapa aspek serta faktor yang harus dipahami oleh penyelenggara acara, yakni citra (image) perusahaan. Selain itu, juga terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan yakni tentang waktu yang tersedia, ketersediaan anggaran, sumber daya, budaya daripada perusahaan, nilai bersama kelompok, budaya kerja persona serta jejaring perusahaan di dalam industry serta aspek yang lain. Baca Juga : Pelatihan Digital Marketing Faktor lain yang perlu diperhatikan terkait waktu yang tersedia, ketersediaan anggaran, sumber daya, budaya perusahaan, nilai bersama kelompok, budaya kerja personal serta jejaring perusahaan di dalam industri dan aspek lainnya. Namun Corporate Event sangat memikat, sehingga penting penyelenggara memiliki keterampilan khusus dalam mengelola Corporate Event Management. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan Corporate dapat menghubungi Admin kami di 081215017910 Jadwal Pelatihan / Bimtek Corporate Angkatan 1, 27-28 Januari 2022Angkatan 2, 8-9 Februari 2022Angkatan 3, 23-24 Maret 2022Angkatan 4, 27-28 April 2022Angkatan 5, 25-26 Mei 2022Angkatan 6, 28-29 Juni 2022Angkatan 7, 27-28 Juli 2022Angkatan 8, 18-19 Agustus 2022Angkatan 9, 28-29 September 2022Angkatan 10, 26-27 Oktober 2022Angkatan 11, 16-17 November 2022Angkatan 12, 28-29 Desember 2022
Pelatihan Sanitasi Lingkungan Pariwisata
JTTC-Pariwisata pada saat ini mulai mengepakkan sayapnya kembali, istilah ini dipilih sebab dunia pariwisata dinilai mulai merangkak naik kembali di Indonesia. Berbagai cara dan rencana dipersiapkan dan dilancarkan demi kemajuan dan kebangkitan kembali pariwisata di Indonesia. Upaya-upaya yang harus dilakukan pemerintah atau pengelola daya tarik wisata terkait memang sangatlah banyak. Dimulai dari promosi pariwisata hingga pada system pengelolaan daya Tarik wisata tersebut. Namun terdapat beberapa hal yang sering diabaikan oleh pemerintah dan pengelola daya tarik wisata, yakni akan kebersihan dan sanitasi lingkungan daya tarik wisata tersebut. Baca Juga : Pelatihan Manajemen Pengelolaan Jasa Travel Padahal jika melihat urgensi kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melaksanakan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelola sampah di daya tarik wisata dan desa wisata. Kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi pariwisata itu menjadi tanggung jawab bersama dalam mengatasi masalah sampah di destinasi wisata. upaya ini penting dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di 0812-1501-7910. Jadwal Pelatihan Bersertifikat Sanitasi Lingkungan Angkatan 1, 5-6 Januari 2022 Angkatan 2, 2-3 Februari 2022 Angkatan 3, 4-5 Maret 2022 Angkatan 4, 7-8 April 2022 Angkatan 5, 5-6 Mei 2022 Angkatan 6, 2-3 Juni 2022 Angkatan 7, 7-8 Juli 2022 Angkatan 8, 24-25 Agustus 2022 Angkatan 9, 1-2 September 2022 Angkatan 10, 6-7 Oktober 2022 Angkatan 11, 23-24 November 2022 Angkatan 12, 1-2 Desember 2022
JTTC Laksanakan Pelatihan Team Building untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY
JTTC-Outbound team building saat ini tengah menjadi salah satu trend atau fenomena baru di tengah masyarakat. Kegiatan ini kian banyak digemari oleh masyarakat terutama di kalangan kelompok organisasi, Lembaga dan perusahaan. Mereka menyelenggarakan kegiatan outbound team building dalam kerangka peningkatan kinerja dan performa anggota atau pegawainya yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas lembaga atau perusahaan. Pada kali ini Jogja Tourism Training Center (JTTC) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY bekerjasama untuk menyelenggarakan pelatihan team building yang dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Agustus 2022 bertempatan di Omah Petruk, Yogyakarta. Baca Juga : Pentingnya Pelatihan Hotel dan Restoran dalam Peningkatan Pariwisata Kegiatan ini dilaksanakan dengan dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB yang secara full diisi dengan permainan-permainan yang bertujuan untuk memupuk kekompakan dan kesolid-an team DP3AP2. Melalui kegiatan outbound team building diharapkan mampu melahirkan pribadi-pribadi baru yang memiliki semangat tinggi, berani, percaya diri, berpikir kreatif, memiliki rasa kebersamaan, bertanggung jawab, kooperatif, rasa saling percaya ( Trust ), dan masih banyak lagi nilai-nilai positif yang akan didapatkan baik secara individu maupun team setelah mengikuti program ini. Untuk informasi mengenai Pelatihan Team Building Outbound dapat menghubungi admin kami di 0812-1501-7910
Pentingnya Pelatihan Hotel dan Restoran dalam Peningkatan Pariwisata
JTTC -Pariwisata dengan hotel dan restoran tidak bisa dipisahkan. Karena ketika orang berkunjung ke obyek wisata hampir dipastikan ia akan makan dan mencari tempat tinggal. Terlebih jika orang tersebut mengunjunginya dalam waktu yang lama. Oleh karena itu bila terjadi peningkatan jumlah wisatawan maka akan terjadi pula peningkatan jumlah pengunjung hotel dan restoran. Berdasarkan hal tersebut, Jogja Tourism Training Center sebagai sebuah lembaga pengembangan SDM pariwisata kompeten juga mempunyai program pelatihan hotel dan restoran. Tentu saja selain program pelatihan pelaku pariwisata dan pelatihan-pelatihan lainnya. Bila kita melihat momen libur Lebaran 1433 Hiriah, terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan di berbagai daerah. Hal tersebut juga menyebabkan meingkatnya jumlah pengunjung hotel dan restoran. Baca Juga : Pelatihan Biro Perjalanan Melihat catatan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel selama libur Lebaran meningkat. Angka peningkatan tersebut mencapai 85 persen. Peningkatan terjadi di destinasi-destinasi wisata, seperti Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo, hingga Malang. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri okupansi kamar meningkat hingga 90,8 persen. Hal tersebut dikemukakan oleh PHRI DIY. Sejak hari Selasa, 3 Mei 2022 hingga hari Kamis, 5 Mei 2022, tingkat keterisian kamar di hotel bintang DIY mencapai lebih dari 90 persen. Sementara untuk hotel non bintang mencapai 70 hingga 80 persen. Hal tersebut dikemukakan oleh Deddy Pranowo Eryono selaku Ketua PHRI DIY. Pengunjung paling banyak dari DKI Jakarta disusul Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Sumatera. Peningkatan ini terjadi karena masyarakat sudah dibatasi pergerakannya selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Sehingga, menurut Deddy pencapaian ini cukup membahagiakan. Usaha perhotelan sudah bisa sedikit bernapas setelah kemarin banyak yang mengencangkan ikat pinggang. Peningkatan keterisan kamar hotel masih akan terjadi hingga akhir Mei menurut Deddy. Hal ini disebabkan adanya hari nasional pekan depan. Sehingga, pengunjung yang diperkirakan didominasi oleh rombongan keluarga dan korporasi masih akan berdatangan. Guna memberikan kepuasan kepada para pelanggan, tentu hotel-hotel harus memberikan pelayanan yang maksimal. Terlebih saat jumlah pengunjung hotel meningkat, seperti pada saat ini. Pelayanan yang diberikan juga harus lebih, terutama dalam segi kuantitas. Namun, bukan berarti kualitas pelayanannya tidak dijaga. Bahkan justru harus ditingkatkan. Pelatihan Hotel dan Restoran JTTC ditujukan bagi karyawan hotel dan restoran agar mengetahui dan mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Dengan begitu, pelanggan menjadi loyal. Sehingga pelanggan akan senantiasa ingat kepada perusahaan. Terdapat banyak Jenis Pelatihan Hotel dan Restoran yang diberikan JTTC. Jenis-jenis pelatihan tersebut adalah pelatihan receptionist, pelatihan front office, pelatihan handling complaint, pelatihan management budgeting hotel, pelatihan housekeeping, pelatihan food & beverage, pelatihan bellboy, pelatihan waiters/waiterss, pelatihan bartender, pelatihan demi chef, pelatihan commis pastry, pelatihan baker, pelatihan public area cleaner, pelatihan room attendant, dan pelatihan laundry attendant. Pelatihan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sistem pelatihan yang digunakan adalah offline atau online. Pelatihan online dilaksanakan via Zoom. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan penyegaran kompetensi yang dilaksanakan JTTC dapat menghubungi Mira (0812-1501-7910)
Pelatihan Urgensi Sertifikasi Laik Hygiene Rumah Makan dan Restoran di Indonesia
JTTC-Pelatihan pariwisata memiliki berbagai macam sub tema yang ditawarkan oleh Jogja Tourism Training Center (JTTC). Salah satu pelatihan pariwisata yang layak untuk diikuti adalah Pelatihan Urgensi Sertifikasi Laik Hygiene Rumah Makan dan Restoran (SLSR). Dalam pelatihan ini, pebisnis makanan sekaligus pegiat pariwisata yang tergabung di dalam lokasi pariwisata di Indonesia diberikan materi berupa pentingnya melakukan SLSR untuk usaha rumah makan maupun restoran yang dimiliki. Hal itu perlu dilakukan sebab, dengan adanya SLSR menambah kepercayaan bagi konsumen untuk membeli produk makanan dari tempat bisnis rumah makan ataupun restoran. Baca Juga : Pelatihan Travel Consultant SLSR menjadi sebuah alat yang digunakan oleh dinas pemerintah terkait untuk mengawasi usaha rumah makan dan restoran dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen dari bahaya serta resiko yang ditimbulkan dari produk-produk makanan yang dibeli dari sebuah rumah makan dan restoran terkait. Pelatihan ini merupakan bentuk perhatian JTTC untuk meningkatkan kesadaran pebisnis rumah makan dan restoran di Kab.Sragen. Dengan terus digalakkannya pelatihan semacam ini akan memberikan dampak yang positif, semakin banyak pebisnis rumah makan dan restoran yang memiliki SLSR, akan menumbuhkan perekonomian di daerah terkait. Sebab konsumen akan semakin yakin dan kembali melakukan transaksi produk makanan di rumah makan dan restoran yang telah memiliki jaminan akan kebersihan dan keamanan produk makanan yang akan dikonsumsi oleh konsumen tersebut. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Pengelolaan Operasional Desa Wisata
JTTC-Seperti yang kita ketahui bersama bahwa terdapat perubahan trend pembangunan pariwisata yang saat ini lebih memihak kepada masyarakat. Konsep Community Based Tourism (CBT) merupakan salah satu model pembangunan pariwisata yang memihak kepada masyarakat. Konsep CBT ini lebih menonjolkan keikutsertaan aktif masyarakat lokal untuk berperan sebagai pelaku utama, pembuat kebijakan dan penerima manfaat pembangunan pariwisata. Selain itu, dalam konsep CBT, peluang pemberdayaan masyarakat dapat menjadikan masyarakat sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri. Salah satu model pembangunan pariwisata yang mengkolaborasi fungsi pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku adalah pengembangan desa wisata. Pengembangan desa wisata mendorong berbagai upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi keunikan berupa budaya lokal dan kearifan lokal. Baca Juga : Manfaat Mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri Melihat perubahan pola pembangunan pariwisata tersebut mendorong Jogja Tourism Training Center (JTTC) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan atau Manajemen Desa Wisata. Harapannya setelah pelatihan ini selesai dilaksanakan adalah menumbuhkan minat serta kesadaran masyarakat khususnya para pegiat Daya Tarik Wisata di lingkup masyarakat untuk ikut serta dalam peningkatan pembangunan pariwisata di Indonesia pada sektor Desa Wisata. Apabila membutuhkan informasi lebih detail mengenai pelatihan pariwisata dapat menghubungi Admin Kami (0812-1501-7910) Pelatihan Pengelolaan Operasional Desa Wisata Angkatan 1, 13-14 Januari 2022Angkatan 2, 17-18 Februari 2022Angkatan 3, 17-18 Maret 2022Angkatan 4, 13-14 April 2022Angkatan 5, 10-11 Mei 2022Angkatan 6, 16-17 Juni 2022Angkatan 7, 14-15 Juli 2022Angkatan 8, 10-11 Agustus 2022Angkatan 9, 8-9 September 2022Angkatan 10, 13-14 Oktober 2022Angkatan 11, 17-18 November 2022Angkatan 12, 15-16 Desember 2022
Pelatihan Sertifikasi Laik Hygiene Rumah Makan dan Restoran
JTTC-Pelatihan pariwisata memiliki berbagai macam sub tema yang ditawarkan oleh Jogja Tourism Training Center (JTTC). Salah satu pelatihan pariwisata yang diusung pada pelatihan ini adalah Pelatihan Urgensi Sertifikasi Laik Hygiene Rumah Makan dan Restoran (SLSR). Dalam pelatihan ini, pebisnis makanan sekaligus pegiat pariwisata yang tergabung di dalam lokasi ini berikan materi berupa pentingnya melakukan SLSR untuk usaha rumah makan maupun restoran yang dimiliki. Hal itu perlu dilakukan sebab, dengan adanya SLSR menambah kepercayaan bagi konsumen untuk membeli produk makanan dari tempat bisnis rumah makan ataupun restoran. Baca Juga : Manfaat Mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri Sertifikasi Laik Hygiene Rumah Makan dan Restoran (SLSR) menjadi sebuah alat yang digunakan oleh dinas pemerintah terkait untuk mengawasi usaha rumah makan dan restoran dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen dari bahaya serta resiko yang ditimbulkan dari produk-produk makanan yang dibeli dari sebuah rumah makan dan restoran terkait. Pelatihan ini merupakan bentuk perhatian JTTC dalam usaha untuk mensosialisasikan SLSR untuk meningkatkan kesadaran pebisnis rumah makan dan restoran. Dengan terus digalakkannya pelatihan semacam ini akan memberikan dampak yang positif, semakin banyak pebisnis rumah makan dan restoran yang memiliki SLSR, akan menumbuhkan perekonomian di daerah terkait. Sebab konsumen akan semakin yakin dan kembali melakukan transaksi produk makanan di rumah makan dan restoran yang telah memiliki jaminan akan kebersihan dan keamanan produk makanan yang akan dikonsumsi oleh konsumen tersebut. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)