Become Our Member!

Edit Template

Become Our Member!

Edit Template

Pelatihan & Sertifikasi BNSP Manajemen Penataan Pertunjukan

Sertifikasi Manajemen Penataan Pertunjukan menjadi salah satu cara untuk membuktikan bahwa seseorang memiliki kompetensi dalam mengelola dan mengontrol penyelenggaraan pertunjukan secara profesional.

Bagi Anda yang masih awam, manajemen penataan pertunjukan bukan sekadar memastikan acara berjalan sesuai jadwal.

Di dalamnya terdapat proses memahami konsep pertunjukan, menyusun urutan pelaksanaan, mengelola kebutuhan pendukung, menangani risiko, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik.

Kompetensi tersebut semakin penting karena industri pertunjukan terus berkembang. Konser musik, festival budaya, pertunjukan seni, teater, hingga berbagai event hiburan membutuhkan tenaga profesional yang mampu bekerja secara terstruktur.

Melalui Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Manajemen Penataan Pertunjukan di Jogja Tourism Training Center (JTTC), peserta dapat mempelajari dasar-dasar kompetensi sekaligus mempersiapkan diri mengikuti uji kompetensi.

Apa Itu Manajemen Penataan Pertunjukan?

Secara sederhana, manajemen penataan pertunjukan adalah kemampuan untuk mengatur berbagai kebutuhan agar sebuah pertunjukan dapat terlaksana sesuai konsep, jadwal, standar pelayanan, dan aspek keselamatan.

Seorang profesional di bidang ini harus mampu berkoordinasi dengan banyak pihak, mulai dari penyelenggara, pengisi acara, kru, vendor, teknisi, hingga pihak pendukung lainnya.

Karena itu, kemampuan komunikasi, koordinasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan menjadi bagian penting dari pekerjaan.

Skema Manajemen Penataan Pertunjukan pada LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia menggunakan acuan SKKNI bidang seni pertunjukan dan MICE, termasuk Kepmenakertrans Nomor 132 Tahun 2019 serta Kepmenaker Nomor 58 Tahun 2018.

Materi Pelatihan Sesuai SKKNI

Pelatihan dirancang untuk membantu peserta memahami kompetensi yang akan digunakan dalam proses asesmen. Skema Manajemen Penataan Pertunjukan terdiri dari 7 unit kompetensi, yaitu:

  1. Menampilkan Kepekaan Sosial dan Budaya
    Peserta memahami pentingnya menghargai karakter, nilai budaya, norma, serta kondisi sosial dalam penyelenggaraan pertunjukan.
  2. Mengidentifikasi Bahaya, Menilai, dan Mengendalikan Risiko Keselamatan
    Peserta mempelajari cara mengenali potensi bahaya dan menentukan tindakan pengendalian risiko selama kegiatan berlangsung.
  3. Mengelola Konflik
    Peserta belajar menghadapi perbedaan pendapat atau masalah antarpihak secara profesional agar tidak mengganggu jalannya pertunjukan.
  4. Menafsirkan Konsep Pertunjukan
    Peserta memahami konsep dan tujuan pertunjukan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pelaksanaan.
  5. Merumuskan Urutan Pelaksanaan Pertunjukan
    Peserta mempelajari cara menyusun rangkaian kegiatan secara sistematis sehingga setiap bagian dapat berjalan sesuai perencanaan.
  6. Memberikan Layanan Kebutuhan Pendukung Pertunjukan
    Peserta memahami bagaimana mengidentifikasi dan memenuhi berbagai kebutuhan pendukung yang diperlukan selama pertunjukan.
  7. Mengontrol Pelaksanaan Pertunjukan
    Peserta belajar melakukan pemantauan dan pengendalian agar pelaksanaan pertunjukan tetap sesuai rencana.

Dengan materi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga memahami bagaimana kompetensi diterapkan dalam situasi kerja.

Siapa yang Cocok Mengikuti Pelatihan Ini?

Pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi orang yang sudah lama bekerja di industri event. Pemula juga dapat mengikutinya untuk memahami alur kerja manajemen pertunjukan secara lebih sistematis.

Program ini cocok untuk event organizer, event staff, production crew, pengelola pertunjukan, pekerja seni dan budaya, pengelola festival, mahasiswa, maupun masyarakat yang ingin membangun karier di bidang event dan pertunjukan.

Bagi pekerja yang sudah memiliki pengalaman, pelatihan dapat menjadi kesempatan untuk menyelaraskan pengalaman kerja dengan standar kompetensi nasional.

Manfaat Mengikuti Pelatihan

Mengikuti pelatihan sebelum uji kompetensi memberikan beberapa manfaat penting, terutama bagi peserta yang belum memahami standar kerja manajemen pertunjukan.

Pertama, meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Peserta mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai proses mengelola pertunjukan dari tahap persiapan hingga pelaksanaan.

Kedua, meningkatkan kepercayaan diri dalam bekerja. Peserta memahami apa yang harus diperhatikan ketika berkoordinasi, menghadapi masalah, mengendalikan risiko, dan mengontrol jalannya pertunjukan.

Ketiga, mempersiapkan uji kompetensi BNSP. Pelatihan membantu peserta memahami unit kompetensi yang menjadi bagian dari skema sertifikasi sehingga lebih siap menghadapi proses asesmen.

Keempat, meningkatkan daya saing profesional. Sertifikat kompetensi dapat menjadi bukti tambahan bahwa kemampuan peserta telah diuji berdasarkan skema kompetensi yang berlaku.

Fasilitas Pelatihan di JTTC

Untuk mendukung proses belajar, peserta Pelatihan Manajemen Penataan Pertunjukan di JTTC mendapatkan fasilitas:

  1. Materi Pelatihan – materi pembelajaran yang disusun untuk mendukung pemahaman peserta.
  2. Sertifikat Pelatihan – bukti bahwa peserta telah mengikuti program pelatihan.
  3. Training KIT – perlengkapan pendukung selama pelatihan.
  4. Softcopy Materi Pelatihan – materi digital yang dapat digunakan kembali untuk belajar.
  5. Trainer Expert & Profesional – pembelajaran bersama trainer yang berpengalaman.
  6. Snack & Lunch – konsumsi selama kegiatan pelatihan.

Ingin Mendapatkan Sertifikasi BNSP?

JTTC telah bekerja sama dengan LSP Jana Dharma Indonesia untuk pelaksanaan uji kompetensi. LSP tersebut tercatat di direktori BNSP dan memiliki skema Manajemen Penataan Pertunjukan.

Perlu dipahami bahwa sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi merupakan hal yang berbeda. Sertifikat pelatihan menunjukkan bahwa peserta telah mengikuti pelatihan, sedangkan sertifikat kompetensi diperoleh melalui proses asesmen kompetensi sesuai skema yang berlaku.

Karena itu, jika tujuan Anda adalah memperoleh pengakuan kompetensi, mengikuti pelatihan sekaligus mempersiapkan uji kompetensi BNSP merupakan pilihan yang tepat.

Butuh Izin Usaha?

Bagi Anda yang tidak hanya ingin meningkatkan kompetensi pribadi tetapi juga sedang mengembangkan bisnis di bidang pariwisata atau event, JTTC juga bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Usaha Bhakti Mandiri Wisata Indonesia yang dapat membantu proses pengurusan berbagai kebutuhan perizinan usaha sesuai layanan yang tersedia.

Dengan demikian, Anda dapat memperoleh pendampingan bukan hanya untuk pengembangan kompetensi SDM, tetapi juga untuk kebutuhan pengembangan usaha.

Siapkan Kompetensi Anda Bersama JTTC

Industri pertunjukan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu bekerja berdasarkan prosedur, berkoordinasi dengan tim, mengendalikan risiko, dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.

Jangan menunggu sampai mendapatkan tanggung jawab besar baru mulai belajar. Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Manajemen Penataan Pertunjukan di JTTC untuk meningkatkan pemahaman, mempersiapkan kompetensi kerja, dan mendapatkan kesempatan mengikuti uji kompetensi BNSP.

Bangun kompetensi Anda, tingkatkan profesionalisme, dan buktikan kemampuan Anda melalui sertifikasi kompetensi. Hubungi JTTC sekarang untuk mendapatkan informasi jadwal pelatihan dan uji kompetensi BNSP Manajemen Penataan Pertunjukan.

FAQ Sertifikasi Manajemen Penataan Pertunjukan

1. Apa itu Sertifikasi Manajemen Penataan Pertunjukan?

Sertifikasi ini merupakan proses pengakuan kompetensi untuk pekerjaan manajemen penataan pertunjukan berdasarkan skema kompetensi yang berlaku.

2. Apakah pemula bisa mengikuti pelatihan?

Bisa. Pelatihan dapat diikuti oleh pemula maupun pekerja yang sudah memiliki pengalaman di bidang event dan pertunjukan.

3. Apa saja kompetensi yang dipelajari?

Terdapat tujuh unit kompetensi, mulai dari kepekaan sosial budaya, pengendalian risiko, pengelolaan konflik, pemahaman konsep pertunjukan, hingga pengontrolan pelaksanaan pertunjukan.

4. Apakah pelatihan sama dengan sertifikasi BNSP?

Tidak. Pelatihan merupakan proses pembelajaran, sedangkan sertifikasi kompetensi diperoleh melalui proses uji atau asesmen kompetensi.

5. Siapa yang melaksanakan uji kompetensi?

JTTC bekerja sama dengan LSP Jana Dharma Indonesia untuk pelaksanaan uji kompetensi.

6. Apakah mendapatkan sertifikat setelah mengikuti pelatihan?

Peserta mendapatkan sertifikat pelatihan setelah mengikuti program sesuai ketentuan penyelenggara.

7. Apakah sertifikat kompetensi BNSP diakui secara nasional?

Sertifikasi kompetensi BNSP merupakan bagian dari sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional dan diberikan melalui LSP berlisensi BNSP.

8. Siapa yang cocok memiliki kompetensi ini?

Kompetensi ini relevan bagi event organizer, production crew, pengelola pertunjukan, pekerja seni, pengelola festival, maupun profesional yang berkaitan dengan penyelenggaraan event.

9. Apakah peserta mendapatkan materi pelatihan?

Ya. Peserta mendapatkan materi pelatihan, softcopy materi, Training KIT, serta fasilitas pendukung lainnya.

10. Bagaimana cara mengikuti pelatihan dan uji kompetensi?

Hubungi JTTC untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal, persyaratan, biaya, serta proses pendaftaran Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Penataan Pertunjukan.

Pos Sebelumnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JTTC hadir sebagai pusat pelatihan dan pengembangan SDM profesional di bidang pariwisata, hospitality, event, dan industri kreatif melalui program pelatihan berkualitas dan sertifikasi kompetensi.

Quick Links

About

Help Centre

Business

Contact

About Us

Terms of Use

Our Team

How It Works

Accessibility

Support

FAQs

Terms & Conditions

Privacy Policy

Career

© 2026 Jogja Tourism Training Center – All Right Reserved