JTTC-Kerjasama Jogja Tourism Training Center (JTTC) Bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta terus berlanjut. Tema pelatihan barista dipilih oleh keduanya untuk melanjutkan pelatihan-pelatihan pengembangan SDM sebelumnya yang telah dilaksanakan. Serangkaian acara pelatihan barista yang dilakksanakan pada tanggal 19 Mei 2022 ini dimulai dengan sambutan acara oleh Direktur korporat Bapak Hairullah Gazali. Kemudian, pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta yang diwakilkan oleh Ibu Erna Nur Setyaningsih selaku Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam sambutannya, Ibu Erna Nur Setyaningsih mengatakan bahwa dengan dihadapkannya pada situasi pandemi di tahun ke tiga, diperlukan usaha dan inovasi yang dikerahkan untuk menggeliatkan kembali perekonomian di Indonesia. Dengan memanfaatkan segala fasilitas yang dimiliki seperti rumah, kendaraan dan sebagainya untuk menunjang kegiatan perekonomian. Kegiatan yang dapat menghasilkan uang dapat berasal dari sebuah hobi yang dilakukan. Salah satu hobi yang saat ini sedang digandrungi tidak hanya pada kalangan muda namun juga kalangan tua adalah menikmati kopi. Menikmati kopi dapat disebut juga sebagai sebuah hobi, sebab terdapat kecenderungan oleh orang-orang tersebut untuk menjelajahi kopi-kopi yang ada di berbagai tempat. Adanya hobi yang saat ini sedang digandrungi oleh segala lapisan masyarakat dapat dijadikan semangat inovasi baru untuk menghasilkan uang. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuka kedai kopi dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki, dimulai dari memanfaatkan fasilitas rumah, ataupun kendaraan. Semua itu dapat dilakukan selama seseorang memiliki inovasi dan tekad yang kuat. Melihat fakta lapangan tersebut, menuntun JTTC dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta untuk melaksanakan pelatihan barista bagi masyarakat yang memiliki kartu identitas (KTP) Kota Yogyakarta. Dengan diadakannya pelatihan ini, harapan dari JTTC dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta yaitu membuka kesempatan kepada masyarakat untuk memulai usaha kecil mereka dengan skill baru yang dimiliki.
Pelatihan Barista Disnaker Kota Yogyakarta
JTTC-Pelatihan Barista yang dilaksanakan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta bersama Jogja Tourism Training Center (JTTC) memasuki sesi pelatihan hari ke tiga. Pada pelatihan kali ini membawakan topik “Manajemen Keuangan dan Pembiayaan” dengan narasumber Ibu Roswita, S.E. Pada sesi pelatihan ini narasumber yang merupakan akademisi sekaligus praktisi memberikan materi berupa Planning (Perencanaan), Organizing (Pengelolaan), Controlling (Pengendalian) dan Monitoring (Pengawasan). Materi-mteri tersebut diberikan secara mendetail kepada para peserta pelatihan barista yang telah melewati seleksi dari JTTC dan Disnaker Kota Yogyakarta. Pelatihan dengan topik tersebut penting untuk dilakukan sebab untuk memulai suatu usaha, diperlukan perencanaan yang matang tidak hanya di bidang konsep usaha, namun juga perencanaan keuangan yang harus diperhatikan demi kelangsungan usaha tersebut nantinya. Dengan diberikannya pelatihan “Manajemen Keuangan dan Pembiayaan” para peserta pelatihan memiliki gambaran umum dan khusus mengenai pengelolaan keuangan yang harus diperhatikan.
JTTC Laksanakan Pelatihan Desain Grafis dan Komunikasi
JTTC – Dalam meningkatkan kreativitas dan menggali potensi diri melalui Desain Grafis dan Desain Komunikasi untuk menghdapai Era Digital, sebab Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan se-efektif mungkin. Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Kegiatan Pelatihan Desain Grafis dan Desain Komunikasi ini akan berlangsung selama 3 hari pada Kamis – Sabtu 29 September 2022 – 01 Oktober 2022 yang bertempat di Kotagede meeting room Gedung Korporat JTTC Yogyakarta. Dengan peserta berjumlah 8 orang yang berasal dari Tesaga DIY bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY (DP3AP2) dan Jogja Tourism Training Center (JTTC). Saat Welcoming Speech, Direktur JTTC Yogyakarta, Hairullah Gazali SE., MBA, menuturkan kegiatan pelatihan ini sebagai sarana visual yang digunakan untuk memberikan maksud dari pembuat kepada pembaca atau audiens dengan menggunakan desain grafis dan desain komunikasi, karena secara umum khalayak akan lebih mudah memahami secara visual maksud yang tersirat dari objek yang diamati, entah dalam bentuk gambar ataupun teks. ”Pelatihan pemanfaatan Media Sosial bagi Tesaga bertujuan memberikan saran, masukkan maupun solusi untuk mendukung penyelesaian permasalahan bagi anak dan keluarga,sehingga dapat menguatkan dan mendorong terwujudnya ketahanan keluarga melalui Sosial Media” tutur Hairullah Gazali. Pada saat sesi pemaparan materi terkait Copywriting,salah satu peserta menanyakan terkait penulisan yang efektif seperti apa? “Adakah tips untuk menulis caption dan apakah Hastag itu penting.”tanya gita. Terkait tanya jawab tersebut,Ade Febri selaku pemateri copywriting menjawab, bahwa caption dan hastag itu sangat penting agar dapat memberi informasi dasar dari suatu objek atau gambar. ”Pentingnya caption yang pasti memberikan informasi dari suatu objek gambar akan disampaikan dan tips nya harus akurasi atau anda harus mengetahui apa yang ingin anda sampaikan, hindari klise,menunjukkan subjek foto,gaya Bahasa jangan berbelit belit dan identifikasi, jika hastag itu sifatnya mengelompokkan atau mengkategorikan suatu hal, maka semakin spesifik pencarian kita maka yang muncul pun akan lebih mendekati dengan informasi yang dibutuhkan. Gunakan hashtag untuk menambah like dan followers di instagram.’’jawan Ade. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimbingan Teknis (BimTek) Pariwisata dan umum dapat menghubungi kami 0812-1501-7910
Pelatihan Hygiene dan Sanitasi Rumah Makan
JTTC-Dalam usaha menciptakan environment yang baik dan nyaman, dapat dimulai dengan menciptakan lingkungan yang bersih. Lingkungan tersebut dapat tercapai apabila terdapat kerjasama yang dilakukan antara satu aktor dengan aktor yang lain. Dalam melakukan kerjasama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, diperlukan kesadaran dari masing-masing aktor yang terkait. Tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran tersebut tidak terjadi begitu saja dari setiap individu. Namun, kesadaran tersebut bisa dipantik dengan dilakukannya pelatihan yang berkaitan dengan higienitas dan sanitasi. Sebagai bentuk dari perhatian yang diberikan Jogja Tourism Training Center (JTTC) dan Dinas Pariwisata Kab. Sragen kepada para pegiat pariwisata di Kab.Sragen agar menciptakan environment yang baik dan nyaman, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan Hygiene dan Sanitasi Rumah Makan di Kab. Sragen. Pelatihan hygiene dan sanitasi rumah makan memberikan gambaran secara terperinci akan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang bersih, fasilitas-fasilitas sanitasi apa saja yang perlu dimiliki oleh suatu rumah makan, ruang lingkup sanitasi rumah makan, pets control (pengendalian hama), dan lain sebagainya. Selama pelatihan hygiene para peserta berusaha untuk memperhatikan secara mendetail akan materi-materi yang telah disampaikan oleh trainer dan praktisi. Materi yang diberikan diberikan secara mendetail namun santai dengan berusaha mengajak diskusi bersama dengan peserta pelatihan pariwisata yang diadakan pada tanggal 28 April 2022. Untuk informasi kerjasama dan pelatihan di bidang pariwisata dan pengembangan SDM dapat menghubungi Mira (081215017910)
Pelatihan Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement dalam Produk Sajian Kuliner Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kab.Sragen
JTTC-Kegiatan Pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner yang dilaksanakan Jogja Tourism Training Center (JTTC) bersama dengan Dinas Pariwisata Kab. Sragen memiliki beberapa sub tema di dalamnya. Salah satu dari sub tema yang diusung dalam pelatihan tersebut adalah pelatihan Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement dalam produk makanan. Pelatihan yang masuk ke dalam tema besar pelatihan pariwisata tersebut memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan akan proses-proses yang dibutuhkan untuk bisa menjadi produk makanan yang sesuai dengan keinginan konsumen. Yang pada mulanya produk tersebutr berawal dari bahan baku yang belum tergambarkan, kemudian masuk ke dalam tahap produksi yang memiliki berbagai macam proses sebelum akhirnya didistribusikan kepada konsumen. Pembekalan pada pelatihan ini terdapat 3 bahasan utama yakni Quality Planning, Quality Control dan Quality Improvement. Pada tiap sesinya memberikan informasi serta tips dan trik agar para peserta pelatihan yang merupakan pebisnis makanan sekaligus pegiat pariwisata agar dapat mencapai ketiganya secara bersamaan dan memiliki kemudahan dalam proses pencapaiannya. Adanya pelatihan ini penting untuk diperhatikan yang mana akan menciptakan produk yang berkualitas yang mampu memberikan kepuasan pada konsumen. Kepuasan konsumen yang didapatkan dari kualitas produk tersebut sekaligus sebagai teknik marketing yang mana menimbulkan kecenderungan konsumen untuk melakukan transaksi pembelian produk terutama makanan kembali dengan peserta pelatihan.
Memanfaatkan Media Sosial dalam Promosi Daya Tarik Wisata
JTTC – Diketahui bersama bahwa sektor pariwisata sampai dengan saat ini menjadi salah satu usaha yang dinilai akan terus meningkat dan menjadi hal yang sangat menjanjikan dalan menambah devisa negara. Melihat fakta lapangan tersebut, sangatlah bijaksana jika sektor pariwisata diberikan perhatian khusus sebagai salah satu peluang bisnis dalam perekonomian di Indonesia, selain faktor-faktor yang lain seperti pendayagunaan industry kecil dan menengah dalam mendongkrak perekonomian nasional yang terpuruk akibat terjadinya krisis moneter sebelumnya. Kesadaran akan perlunya penanganan yang lebih serius terhadap bidang ini telah melahirkan beberapa kebijakan sebagai langkah pengembangannya. Oleh sebab itu pemasaran pariwisata akan menjadi konsep penting yang harus dipegang dan dilaksanakan dalam membina, mempertahankan serta memupuk pertumbuhan yang diharapkan dalam bidang pariwisata sebagai program utama pengembangan daerah tujuan wisata. Baca Juga : Tahun 2023 Pariwisata Menggeliat Kembali, Saatnya Homestay Mulai Dikembangkan Salah satu opsi sebagai solusi alternatif adalah dengan memanfaatkan pengaruh media sosial. Sebab di era modern sekarang ini penyebaran informasi terjadi begitu cepat ketika menggunakan internet sebagai penghubungnya. Yang mana informasi tersebut mampu ditransfer dengan cepat dari satu pihak ke pihak yang lain. Selain memanfaatkan media sosial, juga dapat mengembangkan pariwisata dengan menggunakan media brosur. Keunggulan brosur adalah biaya produksi yang lebih terjangkau dan informasi yang terdapat dalam brosur mampu dibaca oleh masyarakat. Dengan begitu media brosur wisata dan media sosial dapat menjadi solusi yang efektif bagi promosi pariwisata Adapun maksud memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola media promosi pariwisata yang promotif dan menarik serta mengena kepada sasaran yang diinginkan. Untuk materi yang akan disampaikan pada pelatihan pariwisata/diklat pariwisata kali ini meliputi: Promosi dan Media Pendukung serta Komputer Grafis. Untuk informasi dan kerjasama di bidang Bimtek maupun Pelatihan Memanfaatkan Media Sosial dalam Promosi Daya Tarik Wisata dapat menghubungi admin kami di 0812-1501-7910 Jadwal Pelatihan Memanfaatkan Media Sosial dalam Promosi Daya Tarik Wisata Angkatan 1, 27-28 Januari 2023Angkatan 2, 24-25 Februari 2023Angkatan 3, 23-24 Maret 2023Angkatan 4, 27-28 April 2023Angkatan 5, 24-25 Mei 2023Angkatan 6, 28-29 Juni 2023Angkatan 7, 27-28 Juli 2023Angkatan 8, 18-19 Agustus 2023\Angkatan 9, 28-29 September 2023Angkatan 10, 26-27 Oktober 2023Angkatan 11, 16-17 November 2023Angkatan 12, 28-29 Desember 2023
Bakpia, Makanan Legendaris Jogja
JTTC – Jika berkunjung ke Yogyakarta, pasti akan menemui banyak penjual bakpia. Kue bulat bercitairasa manis ini merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu, diisi dengan olahan kacang hijau, kemudian dipanggang. Perpaduan kuliner ini berhasil menghidangkan kue enak dan nikmat. Bakpia menjadi bukti, benturan budaya tidaklah berbahaya. Bakpia berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang secara harfiah artinya kue atau roti yang berisikan daging. Bakpia dibawa oleh pedagang imigran dari China pada awal abad ke 20. Pada 1930, bakpia telah menjadi bagian para pedagang China yang menempati daerah Pathuk, pusat Kota Yogyakarta. Pada awalnya, bakpia bukan makanan yang bernilai sosial maupun makanan yang bernilai kultural, sepertihalnya kue keranjang yang kerap ditemui dalam perayaan Imlek. Di Jogja, sentra bakpia lain selain Pathuk adalah bakpia Glagahsari yang terletak di Jalan Glagahsari. Jalan ini membentang utara-selatan yang menghubungkan antara Jalan Kusumanegara dengan terminal lama Umbulharjo. Yuk jangan lupa beli bakpia ya kalau berkunjung ke Yogyakarta.
Pelatihan Pembuatan Videography Kekinian
Jogja Tourism Training Center – Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat berkembang pesat. Kemajuan ini juga merambah dunia desain grafis dan videografi. Oleh karena itu, berkat tumbuhnya para aktivis YouTube. Fotografer dan videografer membutuhkan perangkat yang dapat memudahkan pengambilan foto. Gambar atau rekaman video yang sangat bersih dan stabil saat ini diperlukan untuk pengoperasian videografi. Namun untuk menghasilkan rekaman yang stabil itu cukup sulit. Karena kamera masih banyak bergetar saat hanya mengontrol kamera secara manual. Untuk menghasilkan rekaman yang stabil biasanya digunakan alat yang dapat menahan posisi kamera agar tetap stabil selama perekaman. Menerbitkan dokumentasi kegiatan dapat meningkatkan citra positif instansi, dokumentasi juga digunakan sebagai bahan untuk melaporkan rekaman kegiatan yang otentik. sehingga setiap instansi dapat mendokumentasikan kegiatannya dengan sebaik-baiknya dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi yang baik membutuhkan pemahaman yang tepat tentang operasi ini Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan tersebut dapat menghubungi Admin Kami 0812-1501-7910.
Pelatihan Desain Grafis dan Komunikasi
JTTC– Dalam meningkatkan kreativitas dan menggali potensi diri melalui Desain Grafis dan Desain Komunikasi untuk menghdapai Era Digital, sebab Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan se-efektif mungkin. Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Kegiatan Pelatihan Desain Grafis dan Desain Komunikasi ini akan berlangsung selama 3 hari pada Kamis – Sabtu 29 September 2022 – 01 Oktober 2022 yang bertempat di Kotagede meeting room Gedung Korporat JTTC Yogyakarta. Dengan peserta berjumlah 8 orang yang berasal dari Tesaga DIY bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY (DP3AP2) dan Jogja Tourism Training Center (JTTC). Baca Juga : Manfaat Mengikuti Pelatihan Pengembangan Diri Saat Welcoming Speech, Direktur JTTC Yogyakarta, Hairullah Gazali SE., MBA, menuturkan kegiatan pelatihan ini sebagai sarana visual yang digunakan untuk memberikan maksud dari pembuat kepada pembaca atau audiens dengan menggunakan desain grafis dan desain komunikasi, karena secara umum khalayak akan lebih mudah memahami secara visual maksud yang tersirat dari objek yang diamati, entah dalam bentuk gambar ataupun teks. ”Pelatihan pemanfaatan Media Sosial bagi Tesaga bertujuan memberikan saran, masukkan maupun solusi untuk mendukung penyelesaian permasalahan bagi anak dan keluarga,sehingga dapat menguatkan dan mendorong terwujudnya ketahanan keluarga melalui Sosial Media” tutur Hairullah Gazali. Pada saat sesi pemaparan materi terkait Copywriting,salah satu peserta menanyakan terkait penulisan yang efektif seperti apa? “Adakah tips untuk menulis caption dan apakah Hastag itu penting.”tanya gita. Terkait tanya jawab tersebut,Ade Febri selaku pemateri copywriting menjawab, bahwa caption dan hastag itu sangat penting agar dapat memberi informasi dasar dari suatu objek atau gambar. ”Pentingnya caption yang pasti memberikan informasi dari suatu objek gambar akan disampaikan dan tips nya harus akurasi atau anda harus mengetahui apa yang ingin anda sampaikan, hindari klise,menunjukkan subjek foto,gaya Bahasa jangan berbelit belit dan identifikasi, jika hastag itu sifatnya mengelompokkan atau mengkategorikan suatu hal, maka semakin spesifik pencarian kita maka yang muncul pun akan lebih mendekati dengan informasi yang dibutuhkan. Gunakan hashtag untuk menambah like dan followers di instagram.’’jawan Ade. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimbingan Teknis (BimTek) Pariwisata dan umum dapat menghubungi kami 0812-1501-7910
Pelatihan Wisata Homestay di Daerah Pegunungan
JTTC- Untuk terus mengembangkan pariwisata di desa wisata, homestay menjadi salah satu aspek penunjang yang harus dimiliki desa-desa wisata. Pasalnya, homestay memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman otentik kepada wisatawan. Saat menginap di homestay wisatawan akan diajak berbaur dengan masyarakat setempat. Ini menjadi pengalaman yang istimewa. Tidak bisa ditemukan di negara atau daerah asalnya. Misalnya, ikut menyiapkan hidangan untuk disantap bersama. Melalui kegiatan itu, wisatawan dapat belajar soal kuliner setempat, mulai dari komposisi bumbu, lama memasak, alat apa saja yang digunakan, hingga menikmatinya, terlebih letaknya di daerah pegunungan, ada keintiman yang tercipta. Makanan asli bisa disajikan ibu-ibu rumah tangga atau para pemilik rumah. Jadi, homestay dapat menjadi titik akomodasi dan tamu datang bukan sekadar menginap. Baca Juga : Digitalisasi Pariwisata Membangkitkan Perekonomian di Indonesia? Outline Materi Wisata Homestay di Daerah Pegunungan: