JTTC – Indonesia dikenal dengan keberagaman budaya yang dimiliki, juga potensi-potensi lainnya, seperti kuliner, alam, sejarah dan lain sebagainya. Dengan keberagaman tersebut, tak salah untuk pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai program pembangunan prioritas yang terus digalakkan. Diketahui bersama bahwa sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir mampu memberikan usmbangsihnya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, sektor pariwisata menjadi sektor yang berhasil dalam mengurangi angka pengangguran yaitu dengan cara membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar daya tarik wisata. Sementara itu, pada era globalisasi seperti sekarang ini membuat perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi semakin meningkat seiring berkembangnya zaman. Pada fenomena ini, tidak dapat dipungkiri memberikan dampak positif maupun negatif. Serta harus diakui bahwa kemunculan internet sekaligus digitalisasi telah membawa banyak dampak positif juga pada segala sisi kehidupan, khususnya sektor pariwisata. Baca Juga : Investasi yang Bernilai untuk Masa Depan Industri Pariwisata Kehadiran internet dan digitalisasi memberikan sumbangsih yang luar biasa untuk penghematan biaya operasional dan penggunaan waktu. Dengan begitu, diperlukan perencanaan Teknik pemasaran yang baik, tepat dan matang yang berkaitan dengan digitalisasi. Sebab digitalisasi akan sangat berguna untuk kegiatan pemasaran digital jika dimanfaatkan dengan baik dan terstruktur. Akan tetapi banyak aktor-aktor daya tarik wisata yang belum dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi dan internet dari segi pemasaran digital destinasi wisata. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang mampu memberikan gambaran strategi yang dapat diambil dalam pemanfaatan digitalisasi untuk prospek destinasi wisata yang lebih baik. Jadwal Pelatihan Digitalisasi Pariwisata 2023 Angkatan 1, 27-28 Januari 2023Angkatan 2, 8-9 Februari 2023Angkatan 3, 23-24 Maret 2023Angkatan 4, 27-28 April 2023Angkatan 5, 25-26 Mei 2023Angkatan 6, 28-29 Juni 2023Angkatan 7, 27-28 Juli 2023Angkatan 8, 18-19 Agustus 2023Angkatan 9, 28-29 September 2023Angkatan 10, 26-27 Oktober 2023Angkatan 11, 16-17 November 2023Angkatan 12, 28-29 Desember 2023 Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimtek Digitalisasi Pariwisata dapat menghubungi Admin kami di 0812-3299-9470
Handling Complain pada Pelanggan
JTTC – Seorang pelanggan setelah menggunakan produk atau layanan jasa jika ia merasa puas akan produk atau jasa, ia akan memberikan ulasan positif. Namun sebaliknya bagi pelanggan yang kurang merasa puas akan produk dan layanan jasa yang diberikan, akan merasa kecewa dan memberikan keluhan. Pelanggan yang kecewa inilah yang bisa menjadi masalah serius jika tidak diatasi, sebab mereka cenderung tidak akan membeli lagi produk atau menggunakan layanan jasa Anda, bahkan bisa jadi mereka menjelekkan bisnis Anda ke orang lain. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menangani keluhan pelanggan yang paling efektif. Ketika seorang pelanggan melayangkan komplain atau keluhan, maka itu tandanya mereka peduli terhadap bisnis Anda. Terlepas dari bagaimana cara penyampaiannya, keluhan dari pelanggan nyatanya memang dapat menjadi peluang bagi Anda untuk meningkatkan kualitas bisnis. Jadi, bagaimana cara menangani keluhan pelanggan yang terbaik yang bisa dilakukan supaya bisa mengambil hatinya kembali? 1. Konfirmasi dan Terima Keluhan Pelanggan dengan Baik Cara menangani keluhan pelanggan yang pertama adalah biarkan pelanggan tahu bahwa Anda memerhatikan apa yang mereka sampaikan. Akuilah jika Anda memang melakukan kesalahan, dan jangan lupa untuk segera meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah disebabkan oleh kesalahan tersebut. 2. Segera Meminta Maaf Kepada Pelanggan Bahkan sebelum komplain pelanggan dibuat atau dilaporkan, sebaiknya Anda perlu meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan. Memang tidak pernah mudah untuk mengakui kesalahan, tetapi Anda harus mengakui bahwa ada sesuatu yang salah. 3. Tunjukkan Rasa Empati dan Komunikasi yang Baik Menunjukkan rasa empati kepada pelanggan akan memberikan dua hal manfaat dalam menangani keluhan pelanggan. Pertama, sebagai tindakan Anda dalam membangun persepsi kepada diri Anda sendiri terhadap keluhan, sehingga Anda akan memiliki rasa bagaimana jika Anda berada di posisi mereka. Kedua, sebagai persepsi diri Anda kepada pelanggan. 4. Petakan Masalah dari Keluhan Pelanggan Setelah Anda mendengarkan keluhan yang disampaikan pelanggan, Anda pun bisa memahami dengan baik masalah apa yang sebetulnya dihadapi. Setelah itu, coba lakukan analisis secara cepat, apakah sebelumnya Anda juga pernah mendapat keluhan serupa? Jika iya, lantas solusi apa yang dulu Anda tawarkan dan terapkan? Apakah solusi tersebut berhasil dalam mengatasi keluhan pelanggan? Apabila berhasil, maka Anda bisa kembali menggunakan solusi tersebut untuk menangani keluhan yang kali ini disampaikan pelanggan. 5. Segera Tangani Keluhan dari Pelanggan dengan Cepat Setelah Anda cukup paham apa inti keluhan yang dihadapi pelanggan dan meminta maaf karenanya, kini Anda bisa menawarkan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Jelaskan solusinya kepada pelanggan dan konfirmasikan apakah solusi tersebut bisa menyelesaikan masalah mereka. 6. Bersikap Luwes dan Jangan Kaku Berhati-hatilah jika menghadapi pelanggan yang sedang emosi terhadap keluhannya. Tetaplah bersikap tenang dan luwes. Terkadang, sikap kaku bisa keluar karena grogi terhadap keluhan pelanggan. Perlakukan pelanggan seperti layaknya saudara atau teman, tentunya dengan batasan-batasan tertentu. 7. Berikan Solusi yang Terbaik Menangani keluhan pelanggan sebetulnya belum selesai sampai Anda benar-benar menerapkan solusi yang telah Anda tawarkan. Penerapan solusi haruslah menjadi pengalaman yang efisien bagi para pelanggan. Misalnya, pelanggan menyampaikan keluhan karena server jaringan website yang mendadak down. Maka, pastikan pelanggan tahu bahwa Anda memahami betapa mendesaknya masalah tersebut dan Anda akan segera memperbaikinya dalam beberapa jam. 8. Lakukan Ekstra Perbaikan Terakhir, cara mengatasi keluhan pelanggan adalah tetap menjaga hubungan baik dengan pelanggan setelah ketidaknyamanan yang dialami, baik dengan komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Untuk informasi selanjutnya mengenai pelatihan dapat menghubungi 0812-3299-9470
Pelatihan dan Pengembangan SDM
Pelatihan dan pengembangan karyawan perusahaan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja karyawan sedemikian rupa sehingga dihasilkan produk dan layanan dengan kualitas terbaik dengan tujuan yang direncanakan. Program ini terkait erat dengan upaya terstruktur dan sistematis yang bertujuan untuk menguasai keterampilan dan kemampuan kerja, pengetahuan tentang pekerjaan yang sedang dijalani karyawan, dan soft skill karyawan dan pekerja. Oleh karena itu, sebagai modal perusahaan, karyawan harus memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan kepegawaian lebih lanjut (Pengembangan Sumber Daya Manusia), sehingga setiap karyawan perusahaan dapat menemukan dan mengeluarkan potensi diri yang mungkin masih terpendam. Fokus program kami tawarkan dalam pelatihan dan pengembangan SDM adalah sebagai berikut : Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan kami, anda dapat menghubungi admin (0812-3299-9470).
Pelatihan Wirausaha Kerajinan Tangan
Untuk menguatkan ekonomi, perlu pengembangan dari berbagai sektor yang salah satunya yaitu usaha kerajinan tangan. Selain untuk melestarikan budaya serta tradisi turun-temurun, kerajinan tangan meningkatkan ekonomi di kawasan pedesaan terutama bagi kaum perempuan. Selama ini cukup banyak produk luar yang masuk ke dalam negeri, sehingga kerajinan tangan lokal menjadi salah satu kesempatan untuk masuk ke pasar global dengan potensi yang dimiliki. Dalam menjalankan bisnisnya, pengusaha kerajinan tangan tentu harus memiliki keterampilan wiruasaha untuk dapat meningkatkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan, serta mengembangkan inovasi dan kreativitas. Kerajinan tangan dari Indonesia cukup menyita perhatian dan tenar di mata dunia karena memiliki karakter serta ciri khas kebudayaan. Untuk dapat menjadi wirausaha kerajinan tangan yang baik, ketrampilan dan ketelitian untuk setiap detail karya yang akan dihasilkan serta dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. Oleh karena itu diperlukan pelatihan atau training sebelum menjadi wirausaha kerajinan tangan agar bisnisnya terus berkembang dan bermanfaat bagi banyak pihak. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan kami, anda dapat menghubungi Admin kami di nomor (0812-3299-9470).
Bakpia, Makanan Legendaris Jogja
JTTC – Jika berkunjung ke Yogyakarta, pasti akan menemui banyak penjual bakpia. Kue bulat bercitairasa manis ini merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu, diisi dengan olahan kacang hijau, kemudian dipanggang. Perpaduan kuliner ini berhasil menghidangkan kue enak dan nikmat. Bakpia menjadi bukti, benturan budaya tidaklah berbahaya. Bakpia berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang secara harfiah artinya kue atau roti yang berisikan daging. Bakpia dibawa oleh pedagang imigran dari China pada awal abad ke 20. Pada 1930, bakpia telah menjadi bagian para pedagang China yang menempati daerah Pathuk, pusat Kota Yogyakarta. Pada awalnya, bakpia bukan makanan yang bernilai sosial maupun makanan yang bernilai kultural, sepertihalnya kue keranjang yang kerap ditemui dalam perayaan Imlek. Di Jogja, sentra bakpia lain selain Pathuk adalah bakpia Glagahsari yang terletak di Jalan Glagahsari. Jalan ini membentang utara-selatan yang menghubungkan antara Jalan Kusumanegara dengan terminal lama Umbulharjo. Yuk jangan lupa beli bakpia ya kalau berkunjung ke Yogyakarta.
Training MICE
Dalam meningkatkan jumlah industri pariwisata di suatu daerah perluadanya pengetahuan tentang jenis pariwisata, salah satunya MICE dimana MICE ini adalah singkatan dari Meeting, Incentive, Convention, Exhibition. MICE adalah jenis kegiatan yang terdapat dalam industri pariwisata, kegiatan ini telah di rencakanan secara matang oleh suatu kelompok atau kumpulan orang yang memiliki kesamaan tujuan dalam penyelenggaran kegiatan tersebut. MICE menjadi peluang bagi industri wisata untuk menarik jumlah wisatawan di suatu daerah karena dalam pengembangan bisnis suatu perusahaan akan memberikan wawasan ilmu pengetahuan bagi sumber daya manusianya untuk lebih berkembang dan meningkatkan produktivitas bagi perusahaan. Dalam Kementrian Pariwisata MICE menjadi sasaran untuk bisa mengambilpeluang tersebut. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman tentang MICEserta mempelajari MICE secara keseluruhan. Tujuan Training MICE berharap nantinya Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan mampu untukmemahami dan mengimplementasikan pembelajaran MICE dalam perusahaan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pelatihan / Bimbingan Teknis (BimTek) Bersertifikasi Pengelolaan dapat menghubungi Admin Kami (0812-3299-9470)
Pelatihan Desain Grafis
Latar Belakang Desainer grafis atau graphic designer adalah pekerjaan yang menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau grafis motion untuk keperluan penerbitan media cetak dan elektronik. Bidang ini dianggap sebagai subset dari desain komunikasi dan komunikasi visual, namun terkadang istilah “desain grafis” digunakan secara sinonim. Seorang graphic designer harus mampu menciptakan konsep visual secara manual atau dengan menggunakan software komputer. Desainer grafis juga dituntut untuk bisa mengomunikasikan ide-idenya agar menginspirasi dan menginformasikan pesan lewat seni visual termasuk gambar, tulisan, dan grafik. Mereka bisa berkarir di media, industri telekomunikasi, periklanan, fotografi, pendidikan, konstruksi, teknologi informasi, bahkan industri manufaktur seperti tekstil, garmen, mode, otomotif, dan elektronik. Desain grafis ini juga diterapkan pada berbagai hal secara visual, mulai dari rambu jalan hingga skema teknis, dari interoffice memorandums hingga manual referensi. Desain grafis ini juga dapat menunjang dalam hal penjualan produk atau ide. Desain grafis ini anntiya dapat diterapkan pada produk dan identitas perusahaan seperti logo, warna, kemasan dan teks sebagai bagian dari branding. elain itu juga Desain grafis diaplikasikan di industri hiburan, pemandangan dan visualisasi story telling. Contoh desain grafis lainnya untuk tujuan hiburan meliputi novel, sampul album vinil, buku komik, sampul DVD, kredit pembuka dan kredit penutup dalam pembuatan film, dan program serta juga alat peraga di atas panggung. Ini juga bisa termasuk karya seni yang digunakan untuk kaos dan item lainnya yang dicetak untuk dijual. Desain Grafis ini dapat mengkomunikasikan merek dan pesan kepada orang- orang secara visual dengan logo bisnis yang mengesankan, brosur yang mempesona, buletin, dan poster yang menakjubkan. Sejak munculnya perangkat komputer pribadi seperi PC dan laptop, banyak desainer grafis terlibat dalam interface desain, yang juga di sebuat sebagai Graphical User Interface (GUI). Menggabungkan kemampuan komunikasi visual dengan pemahaman tentang interaksi pengguna dan pencitraan merek online, seorang desainer grafis sering kali juga biasa melakukan kerja sama dengan pengembang aplikasi atau software dan web development untuk menciptakan tampilan dan visualisasi yang menarik bagi situs web atau aplikasi perangkat lunak. Element dalam desain grafs juga ada beberapa misalnya lines (garis), Shapes (Bentuk), Colour (warna), dan lainnya lagi yang saling berhubungan untuk membentuk sesuatu yang disebut hasil dari desain grafis. Seiring berkembangnya zaman, graphic designer tidak melulu mengerjakan satu pekerjaan saja, misalnya membuat iklan layanan masyarakat. Ada beberapa jenis-jenis pekerjaan graphic designer yang kini banyak ditemui diantaranya yaitu: Pelatihan desain grafis termasuk dalam 3 besar pelatihan dengan peminat terbanyak di Indonesia. Keterampilan dalam membuat dan menyunting gambar secara digital sudah dianggap sebagai kompetensi dasar di era teknologi saat ini. Pengaplikasian desain grafis dapat kita temukan di bidang engineering, dimana autocad 2D dan 3D untuk desain engineering merupakan keahlian yang wajib dimiliki oleh seorang engineer. Produk gambar digital sendiri terdiri dari berbagai macam, seperti poster, brosur elektronik, logo, e-book, dst. Melalui kursus desain grafis ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan mengenai teknik dasar penggunaan 3 software grafis yang paling banyak digunakan, yaitu Adobe Photoshop (bitmap based), CorelDraw (vector based), dan Adobe InDesign (layout dan printing) yang dapat diaplikasikan untuk usaha ataupun kerja. Jogja Tama Tri Cita juga membuka beberapa jenis kursus desain grafis jogja yang dapat diikuti baik secara private ataupun beberapa siswa dalam satu kelas. Jogja Tama Tri Cita juga memberikan fasilitas pelatihan desain grafis jogja yang memadai, dan trainner yang berpengalam dibidangnya. Selain itu dengan mengikuti pelatihan desain grafis Jogja di Jogja Tama Tri Cita, peserta pelatihan juga mendapakan sertifikat yang dapat digunakan sebagai penunjang karir. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta kompeten sebagai desain grafis muda yang meliputi Mengaplikasikan prinsip dasar desain, Menerapkan prinsip dasar komunikasi, Menerapkan design brief, Mengoperasikan perangkat lunak desain, Menciptakan karya desain sesuai dengan standar yang berlaku Maksud dan Tujuan Tujuan utama dari kegiatan pelatihan tersebut yakni untuk menanamkan jiwa kreativitas dan keterampilan, menambah wawasan mahasiswa tentang desain grafis di era modern agar dapat menyesuaikan zaman. Dari mengikuti pelatihan desain grafis ini diharapkan akan memiliki kemampuan dalam bidang editor gambar, desain, dan lainnya dalam bidang desain grafis. Baik itu mendesain majalah, pamflet, baju, banner, brosur bahkan kartu nama dan lainnya yang dibutuhkan saat ini. Dengan kemampuan ini juga akan mendapatkan kemampuan yang baik bagi karir di sebuah perusahaan percetakan buku atau pamflet dan banner yang anda minati ataupun bagi usaha anda sendiri. Ruang Lingkup Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan Peralatan Berikut merupakan peralatan yang digunakan untuk mengikuti program pelatihan ini. Bahan: Berikut merupakan bahan – bahan yang digunakan untuk mengikuti program pelatihan ini. – Kertas HVS – Kertas glossy – Kertas artpaper – Spidol Boardmaker – Pencil – Penghapus – Rautan Pencil – Gunting Besar – Cutter Besar – Penggaris besi – Flasdisk – DVD Blank – Lem kertas – Catride B,M,C,Y – Perangkat lunak editor vektor – Perangkat lunak editor bitmap Tata Laksana Pelatihan: Adapun tata laksana pelatihannya antara lain: Kuota Pelatihan : 10 peserta Durasi Pelatihan : 260 JP (Luring/offline) Sertifikasi : Ya Rincian Unit Kompetensi: Jadwal Pelatihan Desain Grafis sebagai berikut: Angkatan 1, 19-20 Februari 2023Angkatan 2, 15-16 Maret 2023Angkatan 3, 15-16 April 2023Angkatan 4, 20-21 Mei 2023Angkatan 5, 18-19 Juni 2023Angkatan 6, 21-22 Juli 2023Angkatan 7, 20-21 Agustus 2023Angkatan 8, 15-16 September 2023Angkatan 9, 21-22 Oktober 2023Angkatan 10, 19-20 November 2023Angkatan 11, 16-17 Desember 2023 Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dapat menghubungi Admin kami di +62 812-3299-9470.
Pelatihan Wirausaha Kerajinan Tangan
Sebagai anak muda penerus bangs akita harus bida melestarikan peninggalan-peninggalan dari nenek moyang kita. Jangan sampai peninggalan itu punah begitu saja dengan sekarang anak muda yang lebih menyukai budaya barat itu sangat merugikan kita sebenarnya. Kita harus bisa mengembangkan Kembali ketrampilan yang kita miliki di negara ini, melestarikannya sampai bisa ketrampilan ini terkenal ke mancanegeara. Keterampilan berwirausaha sangat diperlukan untuk membuka peluang usaha, dapat menambah penghasilan keluarga dan meningkatkan kreativitas masyarakat. Selain itu dengan kita melestarikan kekhasan negara kita bisa menjadi daya Tarik tersendiri untuk orang-orang luar. Sehingga kerajinan ini bisa terus berkembang. Untuk informasi kerjasama serta Pelatihan dapat menghubungi Admin Kami di nomer 0812-3299-9470
Pelatihan Liaison officer
Liaison officer atau LO merupakan profesi yang bertugas sebagai penengah antara lembaga atau acara dengan tamu undangan atau peserta. Di setiap event, mulai dari lomba debat tingkat nasional sampai konverensi antar negara pasti liaison officer tidak pernah luput dari daftar kepanitiaan dan menjadi bagian terpenting. Tidak semua orang bisa menjadi seorang liaison officer, karena ada kualifikasi tersendiri mengingat seberapa penting tugasnya. Melalui Training dan Sertifikasi ini akan dipelajari Event Liaison Officer. Seorang LO yang baik harus bisa mengarahkan para peserta/tamu undangan menuju tempat yang dituju. Menjadi leader untuk peserta/tamu undangan. Sebagai LO, mereka harus bisa memberikan informasi mengenai hal-hal yang ditanyakan menyangkut tempat, waktu dll.. LO juga bisa dijadikan sebagai profesi. Nah bagi anda yang tertarik untuk menjadi LO bisa mengikuti pelatihannya. Untuk informasi kerjasama serta Pelatihan dapat menghubungi Admin Kami di nomer 6285743668151
Pelatihan Desa Wisata Berbasis CBT
Trend Pembangunan pariwisata saat ini lebih memihak kepada masyarakat. Salah satu model pembangunan pariwisata yang memihak kepada masyarakat sering dikenal dengan konsep Community Based Tourism (CBT). Konsep CBT lebih menonjolkan keikutsertaan aktif masyarakat lokal untuk berperan sebagai pelaku utama, pembuat kebijakan dan penerima manfaat pembangunan pariwisata. Konsep CBT memberikan peluang pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menjadikan masyarakat sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri. Salah satu model pembangunan pariwisata yang mengkolaborasi fungsi pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku adalah pengembangan desa wisata. Pengembangan desa wisata mendorong berbagai upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi keunikan berupa budaya lokal dan kearifan lokal. Pesatnya perkembangan desa wisata perlu didukung dengan penyiapan pedoman tentang kriteria pengembangan desa wisata yang selanjutnya dapat dijadikan acuan atau pijakan bagi segenap pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development). Trend Pembangunan pariwisata saat ini lebih memihak kepada masyarakat. Salah satu model pembangunan pariwisata yang memihak kepada masyarakat sering dikenal dengan konsep Community Based Tourism (CBT). Konsep CBT lebih menonjolkan keikutsertaan aktif masyarakat lokal untuk berperan sebagai pelaku utama, pembuat kebijakan dan penerima manfaat pembangunan pariwisata. Konsep CBT memberikan peluang pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menjadikan masyarakat sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri. Salah satu model pembangunan pariwisata yang mengkolaborasi fungsi pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku adalah pengembangan desa wisata. Pengembangan desa wisata mendorong berbagai upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi keunikan berupa budaya lokal dan kearifan lokal. Pesatnya perkembangan desa wisata perlu didukung dengan penyiapan pedoman tentang kriteria pengembangan desa wisata yang selanjutnya dapat dijadikan acuan atau pijakan bagi segenap pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development). Adapun yang menjadi tujuan pelatihan Desa Wisata Berbasis CBT ini antara lain :